Pemerintah Ungkap Performa Internet Indonesia 2025, 5G Masih Terbatas Tapi Kecepatan Naik

Pemerintah Ungkap Performa Internet Indonesia 2025, 5G Masih Terbatas Tapi Kecepatan Naik

Pemerintah Ungkap Performa Internet Indonesia 2025, 5G Masih Terbatas Tapi Kecepatan Naik--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memaparkan perkembangan terbaru kualitas internet nasional sepanjang 2025. Fokus utama tidak hanya pada peningkatan kecepatan, tetapi juga pemerataan jaringan di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Aturan Royalti Musik Belum Jelas, AKSI Masih Menanti Keputusan DPR

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa rata-rata kecepatan internet seluler (mobile broadband) di ibu kota provinsi kini berada di kisaran 63 Mbps. Sementara itu, layanan internet kabel atau fixed broadband mencatat kecepatan rata-rata di atas 51 Mbps.

Capaian tersebut diklaim mencerminkan peningkatan kualitas layanan digital nasional. Namun, jika dibandingkan dengan laporan independen dari Ookla per Desember 2025, angka kecepatan rata-rata internet Indonesia masih berada di bawah klaim pemerintah. Data Ookla menunjukkan kecepatan unduh mobile broadband sekitar 52 Mbps, dengan kecepatan unggah berada di kisaran 17 Mbps.

BACA JUGA:Paket Kuota Internet Habis Tidak Harus ke Konter, Cukup Pakai Aplikasi BRImo Cepat dan Mudah

BACA JUGA:WiFi Lemot? Bisa Jadi Dipakai Orang Lain, Begini Cara Mengeceknya

Untuk layanan fixed broadband, laporan Ookla mencatat kecepatan unduh sekitar 44 Mbps dan unggah 30 Mbps. Perbedaan data ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas jaringan di berbagai wilayah.

BACA JUGA:KDRT Berujung Kematian, Pelaku di Lubuklinggau Dituntut 15 Tahun Bui

Dari sisi cakupan, jaringan 4G telah menjangkau hampir seluruh populasi Indonesia dengan penetrasi mencapai 98,95 persen. Pemerintah menargetkan angka ini meningkat menjadi lebih dari 99 persen pada 2026. Sementara itu, jaringan 5G masih tergolong terbatas dan baru menjangkau sekitar 6 persen wilayah permukiman, meski capaian tersebut sudah melampaui target nasional sebelumnya.

BACA JUGA:Butuh Pasokan Listrik Sementara untuk Acara atau Proyek? Pesan lewat PLN Mobile Lebih Mudah dan Aman

BACA JUGA:Listrik Rumah atau Usaha Tak Lagi Mencukupi? Begini Cara Mudah dan Cepat Tambah Daya Lewat PLN Mobile

Komdigi juga melaporkan kemajuan infrastruktur digital, khususnya pembangunan jaringan serat optik nasional yang kini telah membentang lebih dari 72 ribu kilometer dan menjangkau ribuan kecamatan. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung peningkatan layanan internet rumah tangga, perkantoran, dan layanan publik.

Selain itu, program Kampung Internet terus diperluas untuk menghadirkan akses digital di daerah tertinggal dan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau jaringan. Pemerintah juga menyiapkan target ambisius untuk 2026, termasuk peningkatan kecepatan mobile broadband hingga 80 Mbps di ibu kota provinsi serta fixed broadband hingga 64 Mbps.

BACA JUGA:Ringan, Tipis, dan Bertenaga: Laptop Terbaik 2026 untuk Freelancer

BACA JUGA:Tak Perlu ke Kantor BPJS, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan 2026 Online

Sebagai bagian dari strategi pemerataan, program Internet Murah berbasis Broadband Wireless Access (BWA) di pita 1,4 GHz akan dilanjutkan. Program ini ditargetkan menjangkau hampir dua juta penduduk atau rumah tangga pada 2026, guna mendorong inklusi digital nasional.

Sumber: