Charger Dibiarkan Menancap di Stopkontak, Berbahayakah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Kebiasaan membiarkan kepala charger tetap terpasang di stopkontak meski tidak sedang digunakan masih sering ditemui di banyak rumah. Praktik ini kerap dianggap sepele, padahal sebagian masyarakat mulai mempertanyakan potensi bahaya yang bisa muncul, mulai dari kerusakan perangkat hingga risiko kebakaran. Salah satu kekhawatiran yang sering mencuat adalah kemungkinan charger meledak akibat terus terhubung dengan aliran listrik.
BACA JUGA:Setel AC Terlalu Dingin Picu Lonjakan Tagihan Listrik, Pakar Ungkap Fakta Sebenarnya
BACA JUGA:PLN Berikan 3 Tips Kelistrikan Hadapi Cuaca Ekstrem
Secara umum, membiarkan kepala charger menancap dalam waktu lama memang tidak langsung berbahaya. Namun, para ahli menyebut bahwa meski peluang kejadiannya kecil, risiko tetap ada dalam kondisi tertentu. Insiden ledakan atau kebakaran umumnya dipicu oleh beberapa faktor yang saling berkaitan.
Faktor utama yang sering menjadi penyebab adalah kualitas charger. Produk palsu, tidak bermerek, atau berkualitas rendah kerap tidak dibekali sistem pengaman yang memadai, seperti perlindungan terhadap panas berlebih atau arus listrik berlebih. Kondisi ini membuat charger lebih rentan mengalami korsleting, terutama jika terus terhubung dengan listrik dalam jangka waktu lama.
BACA JUGA:Mobil Listrik dan Ancaman Banjir: Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai Pengguna
BACA JUGA:Sopir Truk Asal Banyuasin Meninggal Dunia Usai Alami Serangan Jantung di Musi Rawas
Selain itu, akumulasi panas juga menjadi perhatian. Walaupun tidak sedang digunakan untuk mengisi daya, charger tetap menerima aliran listrik kecil yang dapat menghasilkan panas. Jika panas tersebut terus menumpuk—terutama ketika charger diletakkan di ruang tertutup atau dekat sumber panas—komponen internal dapat mengalami kerusakan secara perlahan dan meningkatkan risiko kebakaran.
BACA JUGA:Perawatan Maksimal, Petugas Lapas Muara Beliti Laksanakan Penaburan Pupuk Secara Berkala
BACA JUGA:Kontrol Berkala Melon Hidroponik, Langkah Nyata Lapas Muara Beliti Dukung Ketahanan Pangan
Lonjakan listrik turut menjadi ancaman lain. Tegangan yang tidak stabil atau sambaran petir dapat merusak charger, terutama yang tidak memiliki pelindung arus. Meskipun kejadian ini jarang terjadi, dampaknya bisa cukup serius, mulai dari kerusakan perangkat elektronik hingga potensi kebakaran di dalam rumah.
Meski demikian, peluang charger meledak tergolong sangat kecil jika pengguna memakai produk asli dan bersertifikasi resmi dari merek terpercaya. Charger resmi umumnya telah dilengkapi berbagai fitur keamanan untuk meminimalkan risiko panas berlebih dan korsleting. Sebaliknya, penggunaan charger murah, palsu, atau yang sudah mengalami kerusakan justru meningkatkan risiko secara signifikan.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung, BMKG Sebut Kondisi Normal Mulai April
BACA JUGA:Tak Sekadar Warna, Ini Perbedaan Kandungan Gizi dan Manfaat Ubi Menurut Ahli
Sumber: