Jangan Asal Cat Rambut! Ini Cara Aman agar Rambut Tetap Sehat

Jangan Asal Cat Rambut! Ini Cara Aman agar Rambut Tetap Sehat

--foto: ist

SILAMPARITV.CO.ID - Mewarnai rambut kini bukan sekadar untuk menutup uban, tetapi juga menjadi sarana mengekspresikan gaya dan kepribadian. Meski begitu, kebiasaan mengganti warna rambut terlalu sering tanpa perawatan yang tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari rambut kering, mudah patah, hingga gangguan pada kulit kepala. Oleh karena itu, penting untuk memahami batas aman serta langkah pencegahan agar risiko kerusakan rambut bisa diminimalkan.

BACA JUGA:Sering Gonta-Ganti Warna Rambut, Perempuan di Cina Alami Radang Ginjal: Ini Bahaya Pewarna Rambut bagi Kesehat

BACA JUGA:Jarang Disadari, Buah Rambutan Ternyata Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan rambut meskipun rutin melakukan pewarnaan.

1. Mengatur jarak waktu pewarnaan rambut

Mengontrol frekuensi pewarnaan merupakan langkah utama dalam menjaga rambut tetap sehat. Dermatolog Zhao Zhaoming menyarankan agar proses pewarnaan tidak dilakukan terlalu sering. Ia merekomendasikan pewarnaan rambut maksimal satu kali dalam tiga bulan atau sekitar empat kali dalam setahun, sebagaimana dikutip dari Vogue pada Sabtu (31/1/2026).

Menurut Zhaoming, paparan bahan kimia yang berulang dapat meningkatkan risiko kerusakan permanen pada batang rambut maupun kulit kepala. Kandungan kimia seperti amonia, hidrogen peroksida, dan paraphenylenediamine (PPD) berfungsi membuka kutikula rambut agar warna dapat meresap. Namun, jika terlalu sering dilakukan, proses ini dapat membuat rambut menjadi kering, rapuh, dan rentan patah.

BACA JUGA:Potong Rambut Siswa yang Pirang dan Panjang, Guru Honorer di Jambi Berujung Jadi Tersangka

BACA JUGA:Kenakan Kebaya dan Rambut Sasak, Pramugari Gadungan Nekat Terbang dan Viral di Palembang

2. Melindungi kulit kepala sebelum proses pewarnaan

Tidak hanya batang rambut, kulit kepala juga berisiko mengalami gangguan akibat paparan bahan kimia pewarna. Zat kimia dapat mengikis minyak alami atau sebum pada kulit kepala sehingga memicu iritasi, rasa gatal, dan pengelupasan.

Untuk mengurangi dampak tersebut, Zhaoming menyarankan penggunaan lapisan pelindung sebelum pewarnaan. Mengoleskan minyak alami seperti minyak kelapa atau argan oil pada kulit kepala dapat membantu membatasi penyerapan bahan kimia. Selain itu, disarankan untuk menghindari kontak langsung pewarna dengan area sensitif seperti belakang telinga, leher, dan wajah guna menekan risiko alergi maupun dermatitis kontak.

BACA JUGA:Mulai 2026, Susunan Upacara Bendera Hari Senin Alami Perubahan

BACA JUGA:Tumbangkan Popsivo Polwan 3-0, Jakarta Electric PLN Mobile Tutup Putaran Pertama Proliga 2026 dengan Meyakinka

Sumber: