Warga Desa Sugi Waras Musi Banyuasin Demo, Tuntut Perhatian Pemerintah soal Jalan Rusak

Warga Desa Sugi Waras Musi Banyuasin Demo, Tuntut Perhatian Pemerintah soal Jalan Rusak

Warga Desa Sugi Waras Musi Banyuasin Demo, Tuntut Perhatian Pemerintah soal Jalan Rusak--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Ratusan warga bersama Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Musi Banyuasin (GERAMM) memastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 4 Februari 2026, sebagai bentuk tuntutan atas kerusakan parah Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius.

BACA JUGA:Wajib Tahu! 7 Cara Mencegah Rontok Bunga dan Buah Muda Tabulampot

BACA JUGA:Minyak Jelantah Keruh dan Bau? Ini Cara Menjernihkan dengan Bahan Alami yang Mudah Didapat

Sedikitnya 500 massa diperkirakan akan terlibat dalam aksi tersebut. Mereka berasal dari warga Kecamatan Babat Toman, Sanga Desa, hingga para pengendara yang setiap hari melintasi jalur penghubung antara Kabupaten Musi Banyuasin dan Musi Rawas itu.

Koordinator GERAMM, M. Lekat Gonzales, mengatakan aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan nasional yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, berbagai upaya komunikasi dan pertemuan dengan pihak terkait belum membuahkan hasil nyata.

BACA JUGA:Resmi Meluncur, Motorola G17 dan G17 Power Usung Baterai Besar di Kelas Entry-Level

BACA JUGA:Tak Jera, Residivis Curanmor di Lubuklinggau Kembali Beraksi Usai Bebas dari Penjara

“Kami mengundang sekitar 500 orang, mulai dari warga lokal Babat Toman, Sanga Desa, sampai pengendara lintas daerah yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan saat melintas di jalur ini,” ujar Lekat kepada awak media, Sabtu (31/1/2026).

Dalam aksi tersebut, GERAMM menuntut kehadiran langsung Gubernur Sumatera Selatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), serta pihak kontraktor PT Yasa di lokasi demonstrasi. Lekat menilai pertemuan sebelumnya dengan BBPJN dan PT Yasa yang digelar pada 28 Januari 2026 belum memberikan kepastian terkait solusi jangka panjang.

BACA JUGA:Sambut Ramadhan 1447 H, Lapas Narkotika Muara Beliti Perkuat Pembinaan Keagamaan

BACA JUGA:Enggan Masuk Close Friends? Instagram Kembangkan Fitur Keluar dari Daftar Pengguna Lain

Selain mendesak perbaikan segera, massa aksi juga meminta perhatian langsung dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, hingga Komisi V DPR RI untuk turun ke lapangan dan melihat kondisi riil jalan nasional tersebut.

Warga menilai kualitas Jalan Lintas Tengah Sumatera saat ini tidak mencerminkan statusnya sebagai jalan nasional. Mereka mendesak agar jalan tersebut segera ditingkatkan melalui pelebaran dan pengecoran beton (rigid), mengingat jalur ini dilalui kendaraan bertonase besar seperti truk fuso dan trailer antar-pulau.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan 6.000 Beasiswa S1 Talenta Indonesia 2026, Fokus Prestasi Nasional dan Global

Sumber:

Berita Terkait