Menyedihkan, Dua Desa di Musi Rawas Terisolasi: Krisis Sembako hingga Warga Sakit Meninggal di Perjalanan
Menyedihkan, Dua Desa di Musi Rawas Terisolasi: Krisis Sembako hingga Warga Sakit Meninggal di Perjalanan--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Kondisi memprihatinkan dialami warga Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Selama kurang lebih empat bulan terakhir, akses jalan menuju dua desa tersebut dilaporkan rusak berat hingga tak dapat dilalui, menyebabkan wilayah itu terisolasi dari aktivitas ekonomi maupun layanan dasar.
BACA JUGA:SKK Migas–Polda Sumsel Perkuat Sinergi, Amankan Hulu Migas dan Dongkrak Lifting
BACA JUGA:MBG Dikemas Bundling Saat Libur Lebaran 1447 H, Distribusi Dimajukan Sehari Sebelum Cuti Bersama
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sindang Laya, Thamrin Tarius, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kantor DPRD Kabupaten Musi Rawas, Senin (23/2/2026), di Ruang Badan Anggaran Sekretariat DPRD Mura.
“Sudah sekitar empat bulan akses jalan rusak parah hingga lumpuh total. Masyarakat praktis tidak bisa beraktivitas normal,” ujar Thamrin.
BACA JUGA:7 Alternatif Pembersih Lantai Rumah yang Efektif dan Mudah Di racik Sendiri
BACA JUGA:Hangat & Penuh Syukur, Linggau Pos Media Group Gelar Bukber Sekaligus Tasyakuran HUT ke-25
Menurutnya, kerusakan jalan berdampak luas terhadap kehidupan warga. Distribusi sembilan bahan pokok (sembako) tersendat, harga kebutuhan melonjak, dan hasil pertanian tak bisa dikeluarkan dari desa. Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik petani bahkan membusuk karena tak dapat diangkut ke tengkulak maupun pabrik CPO.
Lebih tragis lagi, Thamrin mengungkapkan pernah terjadi insiden duka ketika ia membawa seorang warga yang sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Karena sulitnya medan jalan yang berlumpur dan hancur, pasien tersebut meninggal di tengah perjalanan akibat terlambat ditangani.
“Kejadian ini sangat menyayat hati. Kami berjuang menembus jalan rusak berjam-jam, namun nyawa warga tak tertolong,” ungkapnya.
BACA JUGA:Perkuat Program Ketahanan Pangan, Badan Penyuluh Pertanian Kunjungi Lapas Narkotika Muara Beliti
BACA JUGA:Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dirawat di Rumah Sakit Jakarta
Thamrin menjelaskan, jalur utama menuju Desa Sindang Laya merupakan jalan perkebunan milik PT Musi Hutan Persada (MHP). Untuk mencapai jalan nasional, warga harus menempuh sekitar tujuh kilometer melalui jalan perusahaan hingga ke Desa Anyar. Namun, dengan kondisi jalan saat ini, perjalanan bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan warga terpaksa bermalam di jalan.
“Mirisnya, jalan ini belum pernah mendapat perbaikan atau pengerasan, baik dari pihak perusahaan maupun Pemkab Mura. Proposal sudah berulang kali kami ajukan ke PT MHP, tapi belum ada tanggapan,” katanya.
Sumber: