Strategi Sumsel Tekan Inflasi Pangan: Dari Operasi Pasar hingga Penguatan 12 Kelompok Tani
Strategi Sumsel Tekan Inflasi Pangan: Dari Operasi Pasar hingga Penguatan 12 Kelompok Tani--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi pangan melalui pendekatan jangka pendek hingga menengah-panjang. Langkah ini ditegaskan bukan sekadar respons musiman, tetapi juga menyasar persoalan struktural yang memicu kenaikan harga komoditas.
BACA JUGA:Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah? Ini Ketentuan serta Bacaan Niatnya
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa inflasi dipengaruhi dua faktor utama, yakni struktural dan musiman. Faktor musiman seperti curah hujan dan momentum hari besar keagamaan umumnya sudah diantisipasi. Namun, yang lebih krusial adalah membaca pola historis kenaikan harga komoditas pangan strategis.
BACA JUGA:Industri Mie Basah di Lubuklinggau Digerebek, Polisi Amankan Pemilik Usaha
“Cabai dan bawang memang menjadi komoditas dengan permintaan tinggi. Jika tidak diimbangi ketersediaan barang, maka inflasi tak terhindarkan. Apalagi jika ada pedagang yang sengaja menaikkan harga,” ujarnya.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan tren historis kenaikan harga pada komoditas tertentu yang berulang setiap tahun. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah daerah merekomendasikan langkah cepat berupa operasi pasar dan gerakan pangan murah.
Menurut Bambang, operasi pasar dapat menjadi instrumen efektif untuk menahan lonjakan harga. Jika masyarakat mendapatkan komoditas dengan harga lebih rendah di pasar murah, maka harga di pasaran akan terkoreksi secara alami.
“Kalau barang tersedia di operasi pasar dengan harga lebih murah, konsumen pasti beralih. Harapannya inflasi bisa ditekan,” jelasnya.
BACA JUGA:Lomba Hafalan Surat Pendek oleh Silampari TV & WE Hotel Lubuklinggau Dibuka Sampai 13 Maret 2026
Meski demikian, ia menegaskan operasi pasar hanya bersifat jangka pendek atau “pemadam kebakaran”. Untuk solusi berkelanjutan, pemerintah mengedepankan program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) yang sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional.
Melalui GPIPS, fokus diarahkan pada pemberdayaan kelompok tani dan penguatan kelembagaan. Pemerintah memberikan pendampingan teknis serta bantuan sarana produksi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi hasil panen.
BACA JUGA:Gerhana Bulan Total 2026 Menjadi Gerhana Satu-Satunya yang Terlihat dari Indonesia
Sumber: