Viral Jejak Diduga Harimau di Musi Rawas, BKSDA Pastikan Bukan Milik Harimau
Viral Jejak Diduga Harimau di Musi Rawas, BKSDA Pastikan Bukan Milik Harimau--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Sebuah video yang memperlihatkan temuan jejak kaki hewan diduga harimau viral di media sosial Facebook. Dalam video tersebut terlihat beberapa warga yang sedang menuju kebun menemukan bekas tapak kaki berukuran cukup besar di jalan tanah yang mereka lalui.
BACA JUGA:BMKG Prediksi Libur Lebaran 2026 Didominasi Hujan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
BACA JUGA:Penukaran Uang Lebaran di Sumsel Tembus Rp121,4 Miliar, BI Siapkan Rp1,6 Triliun Pecahan Kecil
Dari informasi yang beredar, lokasi penemuan jejak itu disebut berada di wilayah Karang Panggung, arah menuju Sri Pengantin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas. Penemuan tersebut sempat membuat warga merasa khawatir karena diduga berasal dari hewan buas.
BACA JUGA:Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia , Selamat Jalan
BACA JUGA:Polisi Gerebek Lokasi Pengolahan Emas Ilegal di Musi Rawas, Dua Tersangka Diringkus
Dalam rekaman video, terdengar warga yang melintasi lokasi tersebut berbicara sambil bercanda namun tetap berhati-hati. Salah seorang warga bahkan terdengar mengucapkan, “Ya Allah lindungilah kami nenek,” saat mereka berjalan melewati jejak yang diduga milik hewan liar tersebut.
BACA JUGA:Razia Pekat di Bengkulu, Petugas Temukan Mobil Bergoyang Berisi Sepasang Kekasih
BACA JUGA:Razia Pekat Malam Hari di Bengkulu, Siswi SMK dan Sejumlah Pria Terjaring di Hotel
Menanggapi video yang viral itu, Kepala Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah V Lubuklinggau, Faried, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan tersebut. Video itu juga telah diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk dilakukan penelaahan.
Hasil penelusuran sementara dari pihak BKSDA Sumsel memastikan bahwa jejak yang terlihat dalam video tersebut bukan berasal dari harimau.
BACA JUGA:Komdigi Nonaktifkan Akun Anak di Bawah 16 Tahun di Sejumlah Platform Mulai 28 Maret 2026
“Sudah dicek dan ditelaah oleh BKSDA Sumsel, hasilnya bukan jejak harimau,” ujar Faried saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (7/3/2026) malam.
BACA JUGA:Polisi Gagalkan Pengangkutan 80 Ton Batu Bara Ilegal di OKU, Dua Sopir Truk Jadi Tersangka
Pihak TNKS bersama BKSDA Sumsel juga mengimbau masyarakat agar tidak panik ataupun takut berlebihan dengan informasi yang beredar. Warga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.
BACA JUGA:Jangan Kalap Saat Buka Puasa! Ini Panduan Berbuka Sehat Menurut Para Ahli Gizi
BACA JUGA:Api Mengamuk di Permukiman Lubuklinggau, 3 Rumah dan 1 Kontrakan Hangus Terbakar
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada saat beraktivitas di kebun atau kawasan hutan serta segera melapor kepada pihak terkait apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar permukiman.
BACA JUGA:Sering Terbangun Pukul 3 Pagi? Pakar Ungkap Penyebabnya dari Siklus Tidur hingga Stres
Petugas juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
BACA JUGA:Netflix Rilis Teaser “BTS The Comeback Live: ARIRANG”, Comeback BTS Siap Tayang 21 Maret 2026
BACA JUGA:Mengantuk Saat Salat Tarawih? Dokter Ungkap Penyebabnya dari Pola Buka Puasa
Meski dipastikan bukan jejak harimau, warga tetap diimbau berhati-hati ketika beraktivitas di area perkebunan maupun hutan, mengingat wilayah tersebut masih berdekatan dengan habitat berbagai satwa liar.
BACA JUGA:Manfaatkan Situasi Tawuran, Remaja di Lubuklinggau Curi Motor dan Jual Rp. 2 Juta
BACA JUGA:Kecelakaan di Jalan Tugumulyo Lubuklinggau, Pensiunan PNS Asal Musi Rawas Meninggal Dunia
Sumber: