Awal 2026, BPBD Sumsel Catat 33 Bencana Alam: Banjir Paling Banyak Terjadi
Awal 2026, BPBD Sumsel Catat 33 Bencana Alam: Banjir Paling Banyak Terjadi--NET
SILAMPARITV.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat puluhan peristiwa bencana alam terjadi di wilayah provinsi tersebut sejak awal tahun 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 5 Maret 2026, tercatat sebanyak 33 kejadian bencana yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Dari total kejadian tersebut, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan jumlah 17 kejadian. Peristiwa ini berdampak luas terhadap masyarakat, mulai dari rumah warga yang terendam hingga ribuan kepala keluarga yang terdampak.
BACA JUGA:Tetap Aktif Saat Ramadan! Ini 5 Olahraga Ringan yang Cocok Dilakukan Saat Ngabuburit
BACA JUGA:Alternatif Tarik Uang Kecil, Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan bahwa seluruh kejadian bencana tersebut tersebar di berbagai daerah di Sumatera Selatan.
“Sejak 1 Januari hingga 5 Maret 2026, kami mencatat terdapat 33 kejadian bencana di Sumatera Selatan. Banjir menjadi bencana yang paling dominan dengan total 17 kejadian,” ujar Sudirman saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
BACA JUGA:OTT KPK Diduga Seret Bupati Rejang Lebong, Pemeriksaan Disebut Berlangsung di Dua Polres
Jenis Bencana yang Terjadi
Selain banjir, beberapa jenis bencana lain juga terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan data BPBD Sumsel, angin kencang tercatat terjadi sebanyak 8 kali, diikuti tanah longsor sebanyak 7 kejadian, serta satu kejadian banjir bandang.
Bencana-bencana tersebut terjadi di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan tingkat kejadian yang berbeda-beda.
BACA JUGA:Produktif dan Mandiri, Kalapas Narkotika Muara Beliti Panen Melon Inthanon dan Sawi Hidroponik
BACA JUGA:Motor Nyeberang Mendadak, Pajero Polisi Tabrak Warung Sayur di Muratara
Wilayah dengan Kejadian Terbanyak
Beberapa daerah tercatat mengalami bencana dengan frekuensi cukup tinggi. Kabupaten Ogan Ilir menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak yakni 6 kejadian.
Disusul Muara Enim dan OKU Selatan yang masing-masing mencatat 5 kejadian bencana. Sementara Kabupaten OKU tercatat mengalami 3 kejadian.
Adapun wilayah lain yang juga mengalami bencana antara lain Musi Rawas dan OKI dengan masing-masing dua kejadian. Sedangkan Banyuasin, Lubuk Linggau, Lahat, Prabumulih, dan OKU Timur masing-masing mencatat satu kejadian bencana.
Sementara itu, terdapat beberapa daerah yang tidak melaporkan adanya kejadian bencana selama periode tersebut, yakni Muratara, Musi Banyuasin, Palembang, dan Pagar Alam.
Dampak Bencana
Dari sisi kerusakan, BPBD Sumsel mencatat terdapat 21 rumah mengalami kerusakan berat, satu rumah rusak sedang, serta satu rumah rusak ringan.
Selain itu, banjir juga menyebabkan sebanyak 25.864 rumah warga terendam air.
BACA JUGA:Garuda Indonesia Berencana Hentikan Penerbangan ke Bengkulu, Pemprov Cari Solusi Pertahankan Rute
Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas umum. Tercatat sebanyak 17 fasilitas pendidikan terdampak, dua rumah ibadah, serta empat fasilitas kesehatan.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur, yakni empat jembatan serta sekitar 15,33 kilometer ruas jalan.
Secara keseluruhan, sebanyak 26.358 kepala keluarga terdampak akibat berbagai kejadian bencana tersebut, sementara 604 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BACA JUGA:Sejarah THR Lebaran di Indonesia, Berawal dari Tradisi Kerajaan hingga Jadi Hak Pekerja
Imbauan BPBD
BPBD Sumatera Selatan mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan berpotensi memicu bencana seperti banjir, angin kencang, maupun tanah longsor.
Masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana diharapkan selalu memantau kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor kepada pemerintah daerah atau BPBD setempat apabila terjadi kondisi darurat.
Sumber: