Harga Plastik Melonjak Hingga 50 Persen, Dampak Konflik Global Tekan UMKM

Harga Plastik Melonjak Hingga 50 Persen, Dampak Konflik Global Tekan UMKM

Harga Plastik Melonjak Hingga 50 Persen, Dampak Konflik Global Tekan UMKM--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Kenaikan harga plastik menjadi sorotan di tengah gejolak ekonomi global. Sejak akhir Februari 2026, harga plastik di Indonesia dilaporkan naik drastis hingga mencapai 50 persen, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi secara bertahap sejak 28 Februari 2026. Harga yang semula sekitar Rp10.000, perlahan naik setiap pekan hingga mencapai puncaknya saat ini.

“Dalam sepekan bisa naik Rp500 sampai Rp700, dan total kenaikan kini mencapai sekitar 50 persen,” ujarnya.

BACA JUGA:Terlalu Lama Duduk Ancam Jantung, Ini Cara Mudah Menguranginya!

BACA JUGA:7 Tips Alami Ampuh Hilangkan Perut Kembung dalam Waktu Singkat

Dipicu Konflik Timur Tengah

Lonjakan harga plastik tak lepas dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada rantai pasok global.

Pembatasan jalur strategis Selat Hormuz menjadi faktor utama terganggunya distribusi minyak dan gas dunia. Padahal, kawasan ini menyumbang hampir seperlima pasokan energi global.

Akibatnya, harga minyak mentah melonjak dari 67 dolar AS per barel menjadi 98 dolar AS per barel dalam waktu singkat. Kenaikan ini berdampak langsung pada industri plastik, mengingat lebih dari 99 persen bahan baku plastik berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak dan gas.

BACA JUGA:Momen Haru di Apel Pagi, 57 ASN Pemkab Musi Rawas Purna Tugas

BACA JUGA:Pemkot Lubuk Linggau Terapkan WFH Setiap Jumat bagi ASN

Harga Energi Naik, Plastik Ikut Terkerek

Kenaikan harga energi juga memicu lonjakan bahan baku plastik seperti polietilen (PE) dan polipropilen (PP), yang merupakan komponen utama dalam produksi kemasan plastik.

Data dari S&P Global menunjukkan Timur Tengah menyumbang sekitar seperempat ekspor plastik global. Bahkan, sekitar 84 persen kapasitas ekspor polietilen di kawasan tersebut bergantung pada jalur Selat Hormuz.

Sumber:

Berita Terkait