Kisah Haru! 3 Bulan Lebih Jalan Kaki Demi Pulang ke Sungai Lilin

Kisah Haru! 3 Bulan Lebih Jalan Kaki Demi Pulang ke Sungai Lilin

Kisah Haru! 3 Bulan Lebih Jalan Kaki Demi Pulang ke Sungai Lilin--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Sebuah kisah mengharukan datang dari ruas Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Tiga orang anggota keluarga ditemukan terlantar setelah berjalan kaki selama lebih dari tiga bulan demi pulang ke kampung halaman mereka di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Ketiga orang tersebut adalah Widodo (50), istrinya Naila (32), dan anak mereka Aluna (8). Mereka ditemukan oleh petugas kepolisian yang tengah melintas usai menjalankan tugas.

BACA JUGA:Terbaru! Objek Diduga Torpedo Ditemukan di Lombok Utara

BACA JUGA:LANY Siap Guncang Jakarta Oktober 2026, Ini Jadwal dan Info Tiket “Soft World Tour”

Ditemukan Saat Berjalan di Tengah Terik Matahari

Petugas yang terdiri dari Pamapta 1, Pawas, dan piket Reskrim Polres OKU awalnya melihat keluarga tersebut berjalan kaki di pinggir jalan sambil membawa dua tas. Kondisi mereka tampak lelah di bawah terik matahari.

Merasa curiga sekaligus iba, petugas kemudian menghentikan kendaraan dan menanyakan kondisi serta tujuan perjalanan mereka. Dari situlah terungkap kisah pilu yang dialami keluarga tersebut.

BACA JUGA:Harga Plastik Melonjak Hingga 50 Persen, Dampak Konflik Global Tekan UMKM

BACA JUGA:Terlalu Lama Duduk Ancam Jantung, Ini Cara Mudah Menguranginya!

Kehilangan Uang dan Identitas, Terpaksa Jalan Kaki

Widodo menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga telah berjalan kaki selama 3 bulan 11 hari dari Surabaya menuju kampung halaman mereka di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin. Mereka awalnya berada di Semarang setelah mendapat undangan pekerjaan membuat patung dari salah satu kepala sekolah.

Namun, rencana tersebut gagal karena tidak mendapat dukungan dana. Sejak itu, Widodo dan keluarganya hidup terlantar di Semarang dan bertahan dengan tidur di masjid-masjid.

Cobaan semakin berat ketika uang dan identitas mereka hilang dicuri saat berada di salah satu masjid. Tanpa bekal dan arah tujuan, mereka akhirnya memutuskan pulang ke kampung halaman di Sungai Lilin dengan berjalan kaki.

Sepanjang perjalanan, mereka mengandalkan bantuan warga dan tempat ibadah untuk beristirahat. Bahkan, mereka beberapa kali mengalami sakit akibat kelelahan dan kondisi perjalanan yang berat.

Sumber: