Susu UHT Terbatas, Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel Tetap Jalan dengan Alternatif Protein Lokal
Susu UHT Terbatas, Program Makan Bergizi Gratis di Sumsel Tetap Jalan dengan Alternatif Protein Lokal--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dipastikan tetap berjalan optimal meski tengah dihadapkan pada isu kelangkaan susu UHT. Pemerintah melalui Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena susu bukan menjadi komponen wajib dalam setiap menu harian.
BACA JUGA:Deretan Film Indonesia April 2026: Dari Horor Mencekam hingga Drama Menyentuh Hati
Kepala Regional SPPG Sumsel, Diana Putri, menjelaskan bahwa fleksibilitas dalam pemilihan sumber protein menjadi kunci utama untuk menjaga keberlangsungan program tersebut. Terlebih bagi daerah yang tidak memiliki peternakan sapi perah, alternatif protein lain dinilai lebih relevan dan mudah diakses.
“Susu untuk wilayah yang tidak ada ternak sapi perah itu tidak wajib. Protein bisa digantikan dengan protein hewani atau protein nabati,” ujarnya.
BACA JUGA:Tebar Kebersamaan dan Kekeluargaan, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Halal Bihalal PIPAS
Alternatif Protein Jadi Solusi
Dalam pelaksanaan di lapangan, sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, dan tempe dapat menjadi pengganti susu UHT tanpa mengurangi nilai gizi yang dibutuhkan anak-anak. Bahkan, pendekatan ini dinilai lebih adaptif karena memanfaatkan potensi bahan pangan lokal yang tersedia di masing-masing daerah.
Diana menegaskan, meskipun terjadi perubahan sumber protein, kualitas gizi tetap dijaga dengan menyesuaikan jumlah atau gramasi bahan makanan yang digunakan.
BACA JUGA:Sinergi Pemda Merangin dan PLN Bersihkan Kota Bangko, Jaga Lingkungan Sekaligus Keandalan Listrik
BACA JUGA:Strategi Preventif PLN Amankan Jaringan Listrik dari Potensi Gangguan Satwa di Bengkulu
Penyesuaian Porsi untuk Jaga Standar Gizi
Agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, SPPG melakukan penyesuaian porsi bahan makanan. Dengan meningkatkan jumlah bahan pengganti, kandungan protein dalam menu tetap sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:Lanud SMH Gelar Ziarah Rombongan Peringati HUT ke-80 TNI Angkatan Udara
Sumber: