Kondisi Jalan Parah, Kecelakaan di Muara Enim Terus Terjadi

Kondisi Jalan Parah, Kecelakaan di Muara Enim Terus Terjadi

Kondisi Jalan Parah, Kecelakaan di Muara Enim Terus Terjadi--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan lintas tengah Muara Enim–Baturaja, tepatnya di depan perumahan PLN Tanjung Enim, Desa Lingga, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di lokasi yang sama dalam beberapa waktu terakhir.

Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami kecelakaan saat hendak pulang menuju Lahat usai bekerja dari kawasan Tanjung Enim. Kondisi jalan yang rusak diduga kuat menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut.

BACA JUGA:Api Cepat Menyebar, Tiga Rumah Warga di OKU Selatan Ludes Terbakar

BACA JUGA:Waspada Katarak pada Lansia: Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Kondisi Jalan Memprihatinkan

Berdasarkan keterangan warga sekitar, ruas jalan tersebut sudah lama dalam kondisi rusak parah. Banyak lubang menganga yang kerap tertutup genangan air, sehingga sulit terlihat oleh pengendara, terutama saat hujan atau menjelang malam hari.

“Dalam dua bulan terakhir sudah tiga orang meninggal dunia di lokasi ini. Rata-rata karena terjebak lubang jalan yang tertutup air,” ujar salah satu warga Tanjung Enim.

Kondisi ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, terlebih jalur tersebut merupakan akses vital yang cukup padat dilalui kendaraan.

BACA JUGA:Tips Praktis: Atur HP Mati Otomatis Agar Waktu Istirahat Lebih Berkualitas

BACA JUGA:Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp. 42.000 per Gram Hari Ini

Sorotan terhadap Kinerja PUPR

Situasi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk komunitas pemerhati sosial seperti Elwin Investigasi yang menilai lambatnya penanganan menjadi faktor utama terus berulangnya kecelakaan.

Warga pun turut menyoroti kinerja Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai belum melakukan perbaikan signifikan di titik-titik kerusakan tersebut.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret di lapangan, baik berupa perbaikan permanen maupun penanganan sementara seperti penimbunan atau pemasangan rambu peringatan.

Sumber: