Jangan Sembarangan Konsumsi! Ikan Sapu-Sapu Diduga Berisiko bagi Kesehatan Otak

Jangan Sembarangan Konsumsi! Ikan Sapu-Sapu Diduga Berisiko bagi Kesehatan Otak

Jangan Sembarangan Konsumsi! Ikan Sapu-Sapu Diduga Berisiko bagi Kesehatan Otak--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Belakangan ini, keberadaan ikan sapu-sapu kembali menjadi sorotan publik. Kekhawatiran muncul setelah beredar informasi di media sosial terkait olahan makanan yang diduga menggunakan ikan ini, mulai dari siomay hingga abon.

Isu yang beredar menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu berpotensi membahayakan kesehatan karena hidup di lingkungan perairan tercemar. Bahkan, konsumsi dalam jangka panjang disebut dapat berdampak pada penurunan fungsi otak.

BACA JUGA:Mobil Listrik Mulai Dikenai Pajak, Industri Otomotif Masih Tunggu Dampaknya

BACA JUGA:OPPO Find X9 Ultra Tawarkan Kamera Super Canggih dan Performa Gahar

Kandungan Berbahaya dalam Ikan Sapu-Sapu

Menurut Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy, efek konsumsi ikan ini tidak selalu langsung terasa, tetapi berisiko muncul dalam jangka panjang.

Ikan sapu-sapu diketahui dapat mengandung logam berat seperti merkuri, timbal (Pb), arsen, dan kadmium. Zat-zat tersebut dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan memicu berbagai penyakit serius.

BACA JUGA:Harga Daging Sapi di Produsen Naik, Pemerintah Pastikan Harga Pasar Tetap Stabil

Merkuri, misalnya, dapat menyerang sistem saraf dan otak, serta merusak organ penting seperti ginjal dan paru-paru. Sementara timbal berisiko menyebabkan gangguan saraf pusat yang berdampak pada penurunan kecerdasan dan perubahan perilaku.

Arsen bersifat karsinogenik yang dapat memicu kanker, sedangkan kadmium diketahui merusak ginjal dan sistem pernapasan.

BACA JUGA:Bulog Siap Bangun 100 Gudang Modern, Anggaran Rp5 Triliun Disetujui Pemerintah

BACA JUGA:YouTube Mulai Tertibkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun

Risiko Penurunan Fungsi Otak

Paparan logam berat secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan fungsi kognitif dan memicu penyakit kronis lainnya.

Sumber: