Karena Sering Dibandingkan, 3 Pelajar SMA di Musi Rawas Aniaya Teman Sendiri
Karena Sering Dibandingkan, 3 Pelajar SMA di Musi Rawas Aniaya Teman Sendiri--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Kasus kekerasan antar pelajar kembali terjadi dan menyita perhatian publik. Seorang siswi SMA berinisial PC (15) menjadi korban penganiayaan oleh tiga teman sekolahnya di ruang UKS sebuah sekolah negeri di Kecamatan Muara Kelingi.
BACA JUGA:Viral! Rekaman CCTV Bongkar Perampokan di Pekanbaru
BACA JUGA:Peresmian Sanggar Alang Marantak BARU, Wujud Semangat Pelestarian Budaya Minangkabau di Lubuklinggau
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi (29/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung. Ketiga pelaku diketahui masih satu lingkungan pertemanan dengan korban, bahkan memiliki hubungan kekerabatan.
BACA JUGA:Konflik Memanas! Aset Usaha SOP Pak Jenggot Lubuklinggau Disegel Usai Perceraian Resmi
Kapolsek Muara Kelingi, M Nur Hendra, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh perasaan kesal para pelaku yang kerap dibanding-bandingkan oleh orang tua mereka dengan korban. Perbandingan tersebut disebut menyangkut penampilan hingga prestasi akademik korban yang dianggap lebih unggul.
BACA JUGA:Viral di Facebook, Siswi SMA Muara Kelingi Diduga Jadi Korban Perundungan
BACA JUGA:Air Kelapa Baik Dikonsumsi Setiap Hari? Ini Manfaat dan Batas Aman yang Perlu Diketahui
“Para pelaku merasa tertekan karena sering dibandingkan. Hal itu kemudian memicu emosi hingga berujung pada tindakan kekerasan,” jelasnya.
BACA JUGA:Polisi Bekuk Pelaku Perkelahian Berdarah yang Tewaskan Duda di Lubuklinggau
BACA JUGA:Waspada Perlintasan Kereta: Risiko Mobil Listrik Mogok Akibat Medan Elektromagnetik
Dalam kejadian tersebut, korban mengalami tindakan fisik berupa pukulan, jambakan, serta cengkeraman yang menyebabkan luka memar di sejumlah bagian tubuh. Aksi tersebut baru terhenti setelah korban berteriak dan guru datang untuk melerai, sebelum akhirnya para siswa yang terlibat dibawa ke ruang guru untuk penanganan lebih lanjut.
BACA JUGA:Dorong UMKM Naik Kelas, OJK Perkuat Ekspor Komoditas Unggulan Sumsel
Tidak lama setelah kejadian, keluarga korban langsung mendatangi kantor polisi untuk melaporkan insiden tersebut. Aparat kepolisian kemudian menyarankan agar korban menjalani visum dan pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses hukum.
BACA JUGA:Kaya Nutrisi, Ini Kandungan Vitamin dan Manfaat Buncis untuk Kesehatan Tubuh
BACA JUGA:Dugaan Pemerasan ASN di Muratara Terbongkar, Penetapan Tersangka Belum Ada
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu itikad baik dari para pelaku mengingat adanya hubungan keluarga di antara mereka. Namun, jika tidak ada penyelesaian secara damai, kasus ini dipastikan akan dilanjutkan ke ranah hukum.
BACA JUGA:Arhan Ukir Sejarah! Lulusan Pertama Udinus dengan Ijazah Blockchain di Indonesia
BACA JUGA:Viral! Enam Pemuda Asal Muratara Terjebak di Kamboja, Minta Bantuan Dipulangkan
Peristiwa ini menjadi sorotan luas di masyarakat dan media sosial. Banyak pihak menilai bahwa tekanan psikologis akibat perbandingan dari orang tua dapat berdampak serius pada kondisi emosional remaja. Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya peran lingkungan keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter serta mengelola emosi anak.
BACA JUGA:Geger! CCTV Rekam Aksi yang Tewaskan Pendi di Lubuklinggau
BACA JUGA:Honda NS150ES Gabungkan Gaya Sporty dan Fungsional ala PCX-Vario
Diharapkan, semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kasus ini agar kejadian serupa tidak kembali terulang, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat bagi para pelajar.
BACA JUGA:Waspada Sejak Dini, Perubahan Urine Ini Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ginjal
BACA JUGA:TikTok Tertibkan Akun Anak, Jutaan Pengguna di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
Sumber: