BI Prediksi Ekonomi Sumsel Melambat Menjelang Idul Adha 2026, Dipicu Tekanan Global
BI Prediksi Ekonomi Sumsel Melambat Menjelang Idul Adha 2026, Dipicu Tekanan Global--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan mengalami perlambatan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada aktivitas perdagangan dan stabilitas nilai tukar.
BACA JUGA:PIP Kemendikdasmen Mei 2026 Cair, Ini Syarat Penerima hingga Cara Cek Bantuan
Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, perekonomian Sumsel masih menunjukkan pertumbuhan positif, namun lajunya mulai melambat dibanding sebelumnya.
“Ekonomi Sumsel masih tumbuh, tetapi mayoritas pergerakannya melambat,” ujarnya.
BACA JUGA:Edarkan Pil Ekstasi Logo WhatsApp, Pemuda 22 Tahun Diciduk Polisi Lubuklinggau
BACA JUGA:Banjir Parah di Muratara Rendam Ribuan Rumah, Lima Jembatan Dilaporkan Putus
Menurut Bambang, perlambatan ekonomi dipicu beberapa faktor, di antaranya melemahnya aktivitas perdagangan, kondisi fiskal global yang belum stabil, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
BACA JUGA:Ngadiono, Korban Selamat Bus ALS, Jalani Perawatan di RS Bhayangkara Palembang
Berdasarkan kurs BI pada 4 Mei 2026, nilai jual dolar Amerika Serikat tercatat sebesar Rp17.564,89, sedangkan nilai beli berada di angka Rp17.291,11.
Meski menghadapi berbagai tantangan, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2026 dapat berada di kisaran 5,4 hingga 5,7 persen.
“Kita tetap optimis pertumbuhan ekonomi bisa berada di atas 5 persen,” katanya.
BACA JUGA:Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, Korban Jiwa Bertambah Menjadi 17
Selain perlambatan ekonomi, BI juga mengingatkan adanya potensi kenaikan inflasi menjelang Idul Adha. Menurut Bambang, inflasi yang terlalu tinggi dan berlangsung dalam waktu lama dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sumber: