Asam Lambung Kerap Menyerang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Asam Lambung Kerap Menyerang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Asam Lambung Kerap Menyerang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Gangguan asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease kini semakin sering dialami kalangan usia muda. Pola hidup yang serba cepat, kebiasaan makan tidak teratur, hingga tingkat stres yang tinggi disebut menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit ini.

BACA JUGA:Dua Warga Musi Rawas Jadi Korban Pengeroyokan dan Penembakan, Polisi Buru Pelaku

Secara medis, kondisi asam lambung naik terjadi ketika katup bawah esofagus melemah sehingga cairan asam dari lambung mudah naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut dapat memicu sensasi panas di dada atau heartburn, mual, hingga rasa pahit di mulut.

Dilansir dari RS Pondok Indah, ada sejumlah kebiasaan yang menjadi pemicu utama gangguan asam lambung.

BACA JUGA:Semarak HUT ke-50 SMA Xaverius Lubuk Linggau Hadirkan Beragam Kegiatan, Ajang Reuni Akbar Para Alumni

Salah satunya adalah pola makan yang buruk, seperti makan terlalu cepat, mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan, hingga sering melewatkan jam makan. Konsumsi makanan pedas, asam, gorengan, cokelat, minuman berkafein, dan soda juga dapat memperburuk kondisi karena melemahkan katup lambung.

BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Gelar Razia Gabungan, Tegaskan Komitmen Bersih dari HP Ilegal dan Narkoba

Selain itu, gaya hidup tidak sehat turut meningkatkan risiko GERD. Kebiasaan langsung tidur setelah makan, kurang istirahat, merokok, konsumsi alkohol, hingga stres berlebihan dapat memicu produksi asam lambung meningkat. Faktor obesitas juga disebut berpengaruh karena memberi tekanan lebih besar pada area perut.

BACA JUGA:Panen Raya Kangkung Jadi Bukti Keberhasilan Program Pembinaan di Lapas Muara Beliti

Untuk mencegah gangguan asam lambung, perubahan pola hidup menjadi langkah utama yang disarankan para ahli kesehatan.

Berdasarkan penjelasan dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, masyarakat dianjurkan menerapkan metode small frequent meals, yakni makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar lambung tidak terlalu penuh.

BACA JUGA:Toyota GR Car Meet 2026 Pecahkan Rekor, Ribuan Pecinta Otomotif Padati GBK Senayan

BACA JUGA:Calvin Verdonk Ukir Sejarah, Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

Selain itu, penting memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan malam dan tidur agar proses pencernaan berjalan optimal. Posisi tidur juga perlu diperhatikan dengan meninggikan kepala sekitar 15 hingga 20 sentimeter untuk membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Sumber:

Berita Terkait