Pemkab Musi Rawas Perkuat Sinergi Percepatan Penuntasan AIDS, TBC dan Malaria
Pemkab Musi Rawas Perkuat Sinergi Percepatan Penuntasan AIDS, TBC dan Malaria--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terus memperkuat komitmen dalam percepatan penuntasan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) melalui dialog lintas sektor yang digelar di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Senin (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Musi Rawas, H. Suprayitno, Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, Riza Noviato Gustam, Badan Eksekutif Adinkes Pusat, Sawijan Gunadi, serta Koordinator Program Adinkes Pusat, Caprina Kuing Hakihoan.
BACA JUGA:Sukses Bor Sumur MJ-169 di Musi Banyuasin, PEP Zona 4 Buka Keran Sumber Cadangan Minyak Baru
BACA JUGA:Truk Gas Terbalik di Simpang Semebang Musi Rawas, Jalur Sekayu-Lubuklinggau Macet Parah
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Adinkes Sumatera Selatan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel, Ketua Komisi III DPRD Musi Rawas, unsur kepolisian, Kementerian Agama, kepala OPD, camat, kepala desa, lurah, hingga unsur pelayanan kesehatan dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Suprayitno menegaskan bahwa persoalan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian bersama.
BACA JUGA:Waspada Gusi Bengkak Bernanah: Kenali Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasinya
Ia menyebutkan, Indonesia saat ini masih berada di posisi kedua dunia dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak setelah India. Kondisi tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh daerah untuk meningkatkan langkah penanganan dan pencegahan secara menyeluruh.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2025, tercatat sebanyak 1.090.000 kasus positif tuberkulosis di Indonesia dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa.
BACA JUGA:Alfamart dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Vokasi, 229 SMK Ikut Program Kelas Industri
BACA JUGA:PT KAI Siapkan Pengoperasian Kembali KA Limex Sriwijaya Rute Palembang-Lampung
Selain TBC, penyebaran HIV/AIDS dan malaria juga dinilai tetap menjadi ancaman apabila tidak dilakukan pengendalian secara serius dan berkelanjutan.
Untuk Kabupaten Musi Rawas sendiri, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 675 kasus tuberkulosis dan 26 kasus HIV yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.
Sumber: