Teror Harimau di Muratara, 17 Kerbau Jadi Mangsa dan Warga Ketakutan ke Kebun

Teror Harimau di Muratara, 17 Kerbau Jadi Mangsa dan Warga Ketakutan ke Kebun

Teror Harimau di Muratara, 17 Kerbau Jadi Mangsa dan Warga Ketakutan ke Kebun--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara dibuat resah dengan kemunculan harimau liar yang berkeliaran di sekitar perkebunan dan kawasan hutan. Satwa tersebut dilaporkan telah memangsa sedikitnya 17 ekor kerbau milik warga sejak April 2026.

Peristiwa itu terjadi di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas. Kemunculan harimau terakhir kali dilaporkan warga pada Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 13 ekor kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung dan 4 ekor kerbau milik warga Desa Napalicin menjadi korban serangan harimau liar tersebut.

BACA JUGA:Kafe di Padang Tujuh Digerebek Warga, Enam Perempuan Diamankan Saat Video Viral di Medsos

BACA JUGA:Polda Sumsel Minta Perusahaan Perkuat Pencegahan Karhutla Jelang Musim Kemarau

Salah satu warga Desa Kuto Tanjung, Fauzi, mengatakan masyarakat kini merasa takut untuk beraktivitas di kebun karena harimau disebut kerap terlihat di area perkebunan hingga mendekati perkampungan.

“Yang menjadi kekhawatiran kita, harimau itu telah masuk ke areal perkebunan, bahkan beberapa orang pernah melihat harimau itu berada di pinggir perkampungan meskipun belum masuk ke pemukiman,” katanya, Jumat (22/5/2026).

BACA JUGA:Jelang Iduladha, Pemprov Sumsel Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Masih Terkendali

Menurut Fauzi, warga menduga ada tiga ekor harimau yang berkeliaran di kawasan tersebut. Beberapa warga bahkan disebut pernah berhadapan langsung dengan satwa liar itu saat berada di kebun.

“Kalau saya belum pernah, tapi orang tua saya sudah pernah bertemu, bahkan saat ini saja masih trauma dan tidak mau lagi ke kebun karet,” ungkapnya.

BACA JUGA:Listrik Padam Serentak di Sejumlah Wilayah Sumatera, PLN Investigasi Gangguan Sistem

Selain membuat warga khawatir, kemunculan harimau juga berdampak pada sektor wisata di kawasan Air Terjun Batu Ampar yang berada di Desa Kuto Tanjung. Kawasan wisata yang biasanya ramai saat musim libur kini mulai sepi pengunjung.

“Biasanya wisata air terjun itu ramai dikunjungi saat musim libur lebaran, kini menjadi sepi karena masyarakat takut datang setelah muncul kabar harimau masuk ke wilayah tersebut,” jelas Fauzi.

Camat Ulu Rawas, M Darmawan, membenarkan adanya kemunculan harimau yang meresahkan warga. Ia meminta masyarakat tetap waspada karena satwa tersebut diduga masih berada di sekitar kawasan hutan.

Sumber:

Berita Terkait