AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz
AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen Teheran untuk memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi.
Laporan itu pertama kali diungkap media AS, The New York Times, yang mengutip seorang pejabat AS anonim pada Minggu (24/5) waktu setempat. Menurut pejabat tersebut, kesepakatan masih belum ditandatangani dan menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump serta pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
BACA JUGA:Diduga Ambil Jalur Kanan, Pengendara Motor Asal Lubuklinggau Tewas
BACA JUGA:Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Halaman 152 Kurikulum Merdeka Revisi
Sumber itu menjelaskan bahwa proses finalisasi kemungkinan membutuhkan beberapa hari lagi. Selain itu, metode pemusnahan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran juga masih dinegosiasikan kedua pihak.
Dalam kesepakatan yang sedang dibahas tersebut, isu mengenai pasokan rudal Iran maupun penghentian pengayaan uranium belum dimasukkan. Pejabat AS menyebut pembahasan mengenai dua isu itu akan dilakukan dalam tahap negosiasi berikutnya.
BACA JUGA:Kemendikdasmen: Bobot Nilai TKA di SPMB Boleh Berbeda Tiap Daerah
BACA JUGA:Komdigi Resmi Blokir Polymarket, Dinilai Judi Online Berkedok Prediction Market
Sementara itu, laporan dari Fox News menyebut Washington membuka peluang memberikan pelonggaran sanksi dalam jumlah signifikan apabila Iran bersedia memberikan konsesi terkait stok uranium yang diperkaya tinggi.
“Rencana kami adalah menangani seluruh pasokan material yang diperkaya milik mereka,” ujar seorang pejabat Washington seperti dikutip media tersebut.
Pejabat itu juga menilai Iran kini menunjukkan sikap kompromi yang belum pernah terlihat dalam negosiasi sebelumnya.
BACA JUGA:Kenapa HP Makin Lama Makin Lemot? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
BACA JUGA:Kesal Tak Diberi Uang, Pemuda di Palembang Aniaya Ibu Kandung Pakai Batu
Di sisi lain, pejabat AS yang diwawancarai NYT menegaskan bahwa mekanisme “tarif tol” di Selat Hormuz bukan bagian dari pembahasan. Ia menyatakan konsep tersebut tidak dapat diterima dan tidak pernah diajukan oleh kedua negara.
Sumber: