Hardiknas 2026 Jadi Momentum Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Memanusiakan Anak

Hardiknas 2026 Jadi Momentum Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Memanusiakan Anak

--

SILAMPARITV.CO.ID - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan memanusiakan anak.
BACA JUGA:Aturan Baru SPMB 2026: Anak Belum 7 Tahun Tetap Bisa Masuk SD, Tak Wajib Lulusan TK

Melalui seminar bertema “Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dalam Rangka Penguatan Karakter dan Perlindungan Murid di Sekolah” yang digelar secara hibrida di Jakarta, Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama-sama membangun lingkungan belajar yang lebih ramah, berempati, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Nilai Matematika SMP Jadi Sorotan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa budaya sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya soal penerapan aturan, tetapi juga tentang membangun hubungan yang saling menghargai antara guru dan murid. Menurutnya, pendidikan karakter tumbuh dari lingkungan yang memberikan rasa aman, penghargaan, serta kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya.

BACA JUGA:Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Halaman 152 Kurikulum Merdeka Revisi

Seminar ini juga memperkuat implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Dengan dukungan pemerintah, pendidik, orang tua, serta masyarakat, diharapkan setiap anak Indonesia dapat belajar dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan spiritual secara optimal.

BACA JUGA:24 Ribu Murid Pecahkan Rekor MURI pada Puncak Hardiknas 2026 di Pamekasan

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta secara langsung dan lebih dari 5.000 peserta secara daring dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai wujud kolaborasi bersama dalam menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik dan berpihak pada anak.

Sumber: