Mengenal Hari Raya Waisak 2026: Sejarah, Makna, dan Tradisi Suci Umat Buddha

Mengenal Hari Raya Waisak 2026: Sejarah, Makna, dan Tradisi Suci Umat Buddha

Mengenal Hari Raya Waisak 2026: Sejarah, Makna, dan Tradisi Suci Umat Buddha--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Hari Raya Waisak merupakan salah satu perayaan keagamaan paling penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Momen suci ini menjadi waktu untuk mengenang perjalanan hidup Buddha Gautama sekaligus memperdalam nilai-nilai kebajikan, kasih sayang, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, Waisak tidak hanya menjadi hari besar keagamaan, tetapi juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Setiap tahunnya, ribuan umat Buddha berkumpul untuk mengikuti rangkaian ibadah dan ritual, terutama di kawasan Borobudur yang menjadi pusat perayaan Waisak nasional.

BACA JUGA:Remaja 14 Tahun di Lubuklinggau Meninggal Dunia, Diduga Sempat Alami Sakit Berkepanjangan

BACA JUGA:Gunung Marapi Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter

Kapan Hari Raya Waisak 2026?

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, Hari Raya Waisak tahun 2026 jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Perayaan puncak Waisak di Indonesia biasanya dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, yang menjadi lokasi berkumpulnya umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara untuk melaksanakan doa dan ritual keagamaan.

BACA JUGA:Rhoma Irama Hadir di Lubuk Linggau, Siap Hibur Tamu Pernikahan Anak Sahabat dengan Iringan Musik Lokal

BACA JUGA:Viral! Rumah Lansia di Ogan Ilir Disatroni Perampok, Perhiasan 15 Suku Emas Dibawa Kabur

Apa Itu Hari Raya Waisak?

Hari Raya Waisak atau yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak merupakan peringatan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.

Ketiga peristiwa suci tersebut dipercaya terjadi pada hari yang sama saat bulan purnama di bulan Waisak, yaitu:

1. Kelahiran Pangeran Siddharta Gautama

Peristiwa kelahiran Siddharta Gautama terjadi di Taman Lumbini pada tahun 623 Sebelum Masehi. Beliau kemudian dikenal sebagai Buddha setelah mencapai pencerahan.

Sumber: