Produksi Smartphone Global Diprediksi Turun Tajam, HP Murah Terancam Makin Langka
--
SILAMPARITV.CO.ID - Industri smartphone global diperkirakan menghadapi tekanan besar sepanjang 2026. Firma riset TrendForce memprediksi produksi smartphone dunia akan turun hingga 16,2 persen secara tahunan menjadi sekitar 1,051 miliar unit. Penyebab utamanya adalah lonjakan harga memori yang terus meningkatkan biaya produksi para vendor.
BACA JUGA:Realme P4R Resmi Meluncur, HP Gaming Murah Dengan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Kondisi ini diperkirakan paling berdampak pada segmen smartphone murah dan menengah. Produsen seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, hingga Transsion (Infinix, Tecno, dan Itel) menghadapi tekanan profitabilitas yang semakin besar akibat naiknya biaya komponen dan persaingan pasar yang ketat.
BACA JUGA:Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Indonesia, Usung Snapdragon 8 Elite dan Kamera 50MP
Sementara itu, Samsung dan Apple diprediksi lebih mampu bertahan berkat kekuatan finansial dan dominasi di pasar premium. Pada kuartal I-2026, Samsung memimpin produksi global dengan 62,6 juta unit (pangsa pasar 22 persen), disusul Apple dengan 60,2 juta unit (21 persen).
BACA JUGA:Vivo V70 Lite 5G Meluncur Resmi, Usung Chipset Baru dan Baterai Jumbo 6.500 mAh
Enam vendor smartphone paling produktif kuartal I-2026:
- Samsung – 62,6 juta unit (22%)
- Apple – 60,2 juta unit (21%)
- Oppo – 29,5 juta unit (10%)
- Xiaomi – 26 juta unit (9%)
- Vivo – 22 juta unit (8%)
- Transsion – 19,8 juta unit (7%)
Jika harga memori terus meningkat, konsumen berpotensi menghadapi harga smartphone yang lebih mahal dan pilihan HP murah yang semakin terbatas di pasaran.
Sumber: