Disperindag Lubuklinggau Tingkatkan Kompetensi Pembatik, Kenalkan Pewarna Alam dan Batik Prada

Disperindag Lubuklinggau Tingkatkan Kompetensi Pembatik, Kenalkan Pewarna Alam dan Batik Prada

--

SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengrajin Batik yang diikuti 40 peserta dari berbagai kalangan usia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Asosiasi Batik Sleman untuk membekali para pengrajin dengan teknik membatik yang inovatif dan bernilai ekonomi tinggi.
BACA JUGA:Suhada, SH Resmi Terpilih Jadi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuk Linggau Periode 2026–2031

Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau, Medhioline Sapta Windhu, mengatakan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari program Dekranasda Kota Lubuklinggau yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Rustam Effendi, serta mendapat arahan dari Ketua Dekranasda Kota Lubuklinggau.

BACA JUGA:Polres Lubuk Linggau Ungkap Cepat Kasus Pembakaran 11 Rumah, Pelaku Ditangkap dalam 5 Jam

Pelatihan difokuskan pada teknik pewarnaan alami dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti daun pacar inai dan daun petai cina, serta teknik batik prada yang memberikan sentuhan tinta emas pada kain batik sehingga mampu meningkatkan nilai estetika dan nilai jual produk.

BACA JUGA:Akibat Perselisihan Suami Istri, 11 Rumah Habis Terbakar Dikelurahan Jawa Kanan SS , Berikut Kronologinya !

Sebanyak 40 peserta dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok pemula, kelompok pewarnaan alam, dan kelompok praktik batik prada. Peserta berasal dari para pengrajin batik Kota Lubuklinggau dengan rentang usia mulai dari 18 tahun hingga di atas 40 tahun sebagai bagian dari upaya regenerasi pembatik di daerah.

BACA JUGA:Tak Terima Digugat Cerai, Pria di Lubuklinggau Diduga Bakar Rumah Mertua hingga Hanguskan 11 Rumah

Selain meningkatkan keterampilan para pengrajin, pelatihan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan tiga motif batik khas Kota Lubuklinggau, yakni Motif Tunjuk Langit, Motif Ulingge, dan Motif Gula Merah, yang diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menjadi identitas budaya daerah.

BACA JUGA:Program PKW LPMIK SSU dan Linggau Pos Grup Dorong Peserta Jadi Wirausaha Resmi Ditutup

Medhioline juga mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar dari narasumber berpengalaman sebaik mungkin agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam menghasilkan batik berkualitas, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

Sumber: