Nanik S. Deyang Minta Maaf ke Prabowo Usai Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Nanik S. Deyang Minta Maaf ke Prabowo Usai Mundur dari Jabatan Kepala BGN--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan yang diembannya. Keputusan tersebut diambil setelah ia meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
BACA JUGA:Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum Penguatan Semangat dan Harapan bagi Anak dan Anak Binaan
BACA JUGA:Sebulan Bobol Klinik, Pria di Lubuklinggau Ditangkap usai Gasak Aset Rp40 Juta
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik menjelaskan bahwa kondisinya mengharuskan dirinya fokus menjalani perawatan. Ia menyebut keberangkatannya ke luar negeri bertujuan memperoleh second opinion dari tim medis yang direkomendasikan oleh rekannya.
Nanik menegaskan, keputusannya berobat ke luar negeri bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut murni untuk mendapatkan pertimbangan medis tambahan demi proses penyembuhan yang lebih optimal.
BACA JUGA:Samsung Galaxy Unpacked Digelar Besok, Ini Deretan Perangkat Baru yang Diprediksi Meluncur
BACA JUGA:Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala, Banyak Pasien Baru Tahu Saat Harus Cuci Darah
Dalam pernyataannya, Nanik juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto karena tidak dapat melanjutkan tugas sebagai Kepala BGN. Presiden disebut telah memahami kondisi kesehatannya dan menyetujui pengunduran diri tersebut.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik mengungkapkan dirinya tetap diminta berkontribusi dalam mengawal program Badan Gizi Nasional. Bahkan, Presiden dikabarkan berencana membentuk Dewan Pengawas BGN, dan Nanik dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas.
BACA JUGA:Kalapas Cup Lapas Lubuk Linggau Resmi Digelar, Wujudkan Pembinaan Positif Melalui Olahraga
BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Ikuti Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Kolaborasi dengan Polri
Menurut Nanik, dirinya akan tetap memberikan masukan dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Ia juga menepis anggapan bahwa MBG memiliki kepentingan politik. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat dan menjadi generasi unggul di masa depan. Selain itu, pelaksanaan MBG juga dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat karena melibatkan petani, peternak, pelaku UMKM, hingga pedagang lokal dalam rantai pasok pangan.
BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Dukung Transformasi Peradilan Digital Melalui Kerja Sama Sidang Elektronik
Sumber:
