Robot Humanoid China Berhasil Bantu Operasi, Terobosan Baru yang Berpotensi Ubah Dunia Bedah Modern

Robot Humanoid China Berhasil Bantu Operasi, Terobosan Baru yang Berpotensi Ubah Dunia Bedah Modern

--

SILAMPARITV.CO.ID - Dunia teknologi medis mencatat terobosan baru. Robot humanoid serbaguna asal China, Unitree G1, berhasil membantu melakukan prosedur operasi invasif minimal pada hewan hidup dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature. Pencapaian ini disebut sebagai demonstrasi praklinis pertama yang menunjukkan robot humanoid umum mampu menjalankan prosedur bedah pada makhluk hidup.

BACA JUGA:Komdigi Temukan Modus Aktivasi SIM Pakai Wajah Penjual, Masyarakat Diminta Waspada Saat Registrasi Kartu

Penelitian yang dilakukan tim University of California San Diego (UC San Diego) menggunakan dua robot Unitree G1 membuktikan bahwa robot humanoid tidak hanya berpotensi digunakan di sektor industri, tetapi juga dapat menjadi platform untuk membantu tindakan medis yang kompleks.

BACA JUGA:Teknologi di Dunia Pendidikan Solusi Masa Depan atau Tantangan Baru bagi Guru dan Siswa?

Berbeda dengan sistem bedah khusus seperti da Vinci Surgical System yang harganya bisa melampaui 1 juta dolar AS, Unitree G1 merupakan robot humanoid komersial serbaguna dengan harga sekitar 13.500 dolar AS atau sekitar Rp241 juta. Selisih harga yang sangat besar ini membuka peluang agar teknologi robot bedah dapat diakses lebih luas oleh rumah sakit di masa depan.

BACA JUGA:Hasselblad Phocus Mobile Akhirnya Hadir di Android, Bawa Fitur Edit Foto Profesional dengan Teknologi AI

Keberhasilan tersebut dinilai dapat mengubah arah pengembangan robot bedah dunia dengan menghadirkan solusi yang lebih terjangkau tanpa mengabaikan potensi inovasi. Sementara itu, industri robot bedah China juga terus berkembang pesat. Pada paruh pertama 2026, ekspor robot bedah dari China mencapai 480 juta yuan atau sekitar Rp1,26 triliun, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan jumlah negara tujuan ekspor bertambah dari 23 menjadi 49 negara.

BACA JUGA:Inspiratif! Dua Polisi di Sukabumi Dirikan SMK Gratis untuk Anak Yatim dan Putus Sekolah

Meski masih berada pada tahap penelitian praklinis dan belum digunakan untuk operasi pada manusia, pencapaian ini menjadi langkah penting menuju masa depan layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan terjangkau.

Sumber: