Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Tembus Status Epidemi dan Didominasi Lansia
--
SILAMPARITV.CO.ID - Taiwan kembali menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Dalam sepekan terakhir, otoritas kesehatan setempat melaporkan sebanyak 4.766 kasus baru, lima kematian, serta 25 pasien dengan gejala berat. Jumlah tersebut telah melewati ambang batas yang ditetapkan sebagai epidemi di negara tersebut.
Direktur Epidemic Intelligence Center dari Centers for Disease Control (CDC) Taiwan, Guo Hung-wei, mengungkapkan bahwa angka kasus meningkat hingga 66,5 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Mayoritas pasien dengan gejala berat diketahui berasal dari kelompok lanjut usia, dengan 74,5 persen berusia di atas 65 tahun.
BACA JUGA:Sakit Gigi Sampai ke Telinga? Kenali Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter
Selain itu, sebagian besar pasien memiliki riwayat penyakit kronis dan belum menerima vaksin COVID-19 terbaru. Data CDC Taiwan menunjukkan, sekitar 92,5 persen pasien dengan kondisi serius belum mendapatkan vaksin musim ini.
Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi langkah utama untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat infeksi COVID-19. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan, warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan setelah bepergian ke luar negeri diminta segera melakukan pemeriksaan dan tes COVID-19.
BACA JUGA:Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala, Banyak Pasien Baru Tahu Saat Harus Cuci Darah
Lonjakan kasus tidak hanya terjadi di Taiwan. Sejumlah negara di kawasan Pasifik Barat, seperti China, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan, juga dilaporkan mengalami peningkatan kasus dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa COVID-19 masih menjadi ancaman kesehatan global yang perlu diwaspadai.
Sumber:
