Kades Mataram Tegaskan Motor Roda Tiga yang Angkut Sawit Bukan Milik KDMP Desa

Kades Mataram Tegaskan Motor Roda Tiga yang Angkut Sawit Bukan Milik KDMP Desa

Kades Mataram Tegaskan Motor Roda Tiga yang Angkut Sawit Bukan Milik KDMP Desa-- ist

SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, memberikan penjelasan terkait foto kendaraan roda tiga milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang viral di media sosial setelah terlihat mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Kepala Desa Mataram, Hendi Mukhtar, menegaskan kendaraan yang terekam melintas di Jalan Lintas Tugumulyo pada Rabu (12/8/2026) bukan merupakan kendaraan operasional milik KDMP Desa Mataram.

Menurut Hendi, kendaraan tersebut memang memiliki bentuk yang sangat mirip dengan unit yang diterima Desa Mataram. Namun, setelah dilakukan pengecekan, terdapat sejumlah perbedaan pada kondisi fisiknya.

Kendaraan Milik Desa Mataram Masih Terbungkus Plastik

Hendi menjelaskan, kendaraan roda tiga yang menjadi sorotan dalam foto viral tersebut sudah terlihat digunakan dan plastik pelindung pada bagian jok maupun badan kendaraan telah dilepas.

Sementara itu, unit kendaraan yang menjadi inventaris KDMP Desa Mataram masih dalam kondisi baru. Plastik pembungkusnya masih terpasang dengan rapi dan kendaraan tersebut belum digunakan untuk kegiatan operasional di luar desa.

Ia pun memastikan kendaraan yang membawa TBS kelapa sawit tersebut tidak ada kaitannya dengan KDMP Desa Mataram.

Hendi juga menyebut dirinya tidak mempunyai kebun kelapa sawit sehingga tidak ada alasan kendaraan inventaris desa digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan miliknya.

“Motor yang menjadi inventaris KDMP Desa Mataram sampai sekarang masih terbungkus plastik. Kendaraan itu belum pernah digunakan untuk operasional di luar,” jelas Hendi, Kamis (13/8/2026).

Desain Kendaraan Antar-Desa Hampir Tidak Bisa Dibedakan

Persoalan semakin sulit dipastikan karena kendaraan roda tiga yang dibagikan kepada desa-desa memiliki tampilan yang seragam.

Mulai dari bentuk kendaraan, warna bak merah putih, hingga spesifikasinya disebut hampir tidak memiliki perbedaan. Selain itu, kendaraan tersebut juga belum dilengkapi nomor polisi maupun tanda khusus yang menunjukkan asal desa.

Kondisi tersebut membuat masyarakat cukup mudah salah mengidentifikasi ketika melihat kendaraan serupa melintas di wilayah mereka.

Hendi mengatakan, ketika kendaraan dengan warna dan bentuk yang sama terlihat di jalan, masyarakat bisa saja langsung menganggap kendaraan tersebut merupakan aset desa tempat kendaraan itu terlihat.

Sumber:

Berita Terkait