Oknum Kades di Musi Rawas Berurusan dengan Polisi, Diduga Tahan Mobil Perusahaan

Oknum Kades di Musi Rawas Berurusan dengan Polisi, Diduga Tahan Mobil Perusahaan

Minta Anaknya Dipekerjakan, Oknum Kades di Musi Rawas Diduga Peras Perusahaan--

SILAMPARITV.CO.ID - Seorang oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, berinisial AB alias DO (48) harus berurusan dengan polisi. Ia diamankan karena diduga melakukan tindakan pemerasan terhadap salah satu perusahaan.

Usai kejadian, tersangka diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Sumatera Utara. Polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaannya di sebuah rumah kos di Kabupaten Deli Serdang pada akhir Agustus 2026.

BACA JUGA:Kombinasi Layanan Prima dan Inovasi Digital BRImo, BRI Lubuk Linggau Perkuat Kepercayaan Nasabah

BACA JUGA:Peringati Hari Pelanggan Nasional, Branch Office BRI Lubuklinggau Sapa dan Apresiasi Nasabah

Kasus tersebut bermula pada Rabu, 4 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa terjadi di Jalan Lintas Desa Trijaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas.

Saat itu, korban berinisial BI (34) bersama seorang Supervisor Departemen Maintenance PT Medco E&P Indonesia berinisial B sedang melintas menggunakan mobil Mitsubishi Triton dengan nomor polisi BG-8492-OI.

Ketika berada di lokasi, perjalanan mereka tiba-tiba terhenti setelah kendaraan dihadang oleh tersangka yang mengendarai sepeda motor.

Menurut Kanit Pidum Satreskrim Polres Musi Rawas Ipda Nofrianto, tersangka kemudian menyalip kendaraan korban dan memepet bagian pintu pengemudi.

Dalam situasi tersebut, tersangka mengambil kunci kontak kendaraan dari luar melalui kaca mobil yang sedang terbuka.

Tidak hanya mengambil kunci kendaraan, tersangka juga diduga memberikan ancaman kepada korban. Ia disebut meminta agar anaknya diterima bekerja di perusahaan tersebut.

BACA JUGA:Rugikan Perusahaan, BRI Lubuklinggau PHK Oknum Pelaku Fraud dan Dukung Proses Hukum

BACA JUGA:Rutin Sedekah Setelah Subuh, Apa Saja Keutamaannya?

Tersangka kemudian memanggil anaknya untuk membawa kendaraan operasional perusahaan tersebut menuju rumahnya. Korban bersama rekannya juga dibawa ke rumah tersangka.

Persoalan itu kemudian diketahui pihak perusahaan. Humas dan petugas keamanan perusahaan datang ke lokasi untuk melakukan pembicaraan dengan tersangka.

Sumber:

Berita Terkait