Lapas Lubuklinggau Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Skrining HIV dan TBC

Lapas Lubuklinggau Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Skrining HIV dan TBC

Hari Kelima CKG, Lapas Lubuklinggau Periksa Kesehatan Pegawai dan Warga Binaan--

SILAMPARITV.CO.ID - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau menuntaskan rangkaian kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining penyakit menular bagi pegawai serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan memasuki hari kelima sekaligus menjadi tahap akhir pelaksanaan pada Kamis (8/10/2026).

Program ini dilaksanakan sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus mendorong kesadaran pegawai dan warga binaan agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan melalui pemeriksaan secara berkala.

BACA JUGA:Perjalanan Keluarga Berujung Duka, Tiga Orang Meninggal dalam Kecelakaan di OKU Timur

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Gelar Doa Bersama, Herman Deru Tekankan Ikhtiar dan Kepedulian

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Tim Kesehatan Lapas Kelas IIA Lubuklinggau yang berkolaborasi dengan petugas Puskesmas Sidorejo di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau.

Kerja sama lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di dalam lapas, terutama dalam mendeteksi sejak dini potensi penyakit dan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan mencakup pengecekan kesehatan umum, pengukuran berat badan dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, kesehatan mata, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), serta pemeriksaan gigi dan mulut.

Petugas kesehatan juga melakukan pengecekan Gula Darah Sewaktu (GDS) serta skrining terhadap sejumlah penyakit, meliputi tuberkulosis (TBC), HIV, hepatitis, dan penyakit tidak menular.

BACA JUGA:Polres Lubuk Linggau Turun ke Jalan, Bagikan Masker Gratis di Tengah Kabut Asap

BACA JUGA:Yuyun Disebut Sudah Stabil, Pemkot Lubuklinggau Buka Peluang Proses Hukum

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan peserta sekaligus menjadi langkah pencegahan melalui deteksi dini dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

Pada hari kelima, sebanyak 75 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan, terdiri dari 28 pegawai dan 47 warga binaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, satu orang pegawai dan 30 orang warga binaan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Tindak lanjut dilakukan melalui pengambilan sampel dahak yang selanjutnya diperiksa menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).

Pemeriksaan lanjutan tersebut merupakan bagian dari proses penelusuran kondisi kesehatan berdasarkan hasil skrining awal. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan bagi petugas kesehatan dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Sumber:

Berita Terkait