Herman Deru Dorong Sumsel Jadi Pusat Pengembangan Teknologi Realiza
Herman Deru Sambut Uji Coba Realiza, Sumsel Berpeluang Jadi Lokasi Pabrik. (Foto: Dok. Pemprov Sumsel)--
SILAMPARITV.CO.ID - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berpeluang menjadi pusat pengembangan teknologi Realiza, inovasi dari Brasil yang diarahkan untuk mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peluang tersebut didukung ketersediaan bahan baku berupa tebu yang melimpah di wilayah Sumsel.
Potensi itu disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman meninjau uji coba teknologi Realiza di Jalan Taqwa Mata Merah, Karya Mulia, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, Kamis (15/10/2026).
BACA JUGA:Buka Kebun Sawit dengan Membakar Lahan, Petani Lubuklinggau Jadi Tersangka
BACA JUGA:18 Orang Positif Narkoba Saat Penggerebekan di Banyuasin, 3 Diproses Hukum
Herman Deru menyambut baik pelaksanaan uji coba tersebut. Ia menilai, Sumsel memiliki peluang besar untuk menjadi lokasi pengembangan teknologi Realiza, termasuk sebagai tempat pembangunan pabrik, mengingat luasnya perkebunan tebu di daerah itu.
Menurut Herman Deru, luas perkebunan tebu di Sumsel mencapai hampir 100.000 hektare. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendukung ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi Realiza.
Ia menyebutkan, kehadiran teknologi tersebut menjadi kesempatan bagi Sumsel untuk mengambil peran lebih besar dalam inovasi penanganan karhutla, terutama melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia di daerah.
Sementara itu, Menko Polkam Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumsel terus memberikan perhatian terhadap persoalan karhutla. Berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat pencegahan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran.
Dudung mengatakan, pengembangan teknologi menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu membantu pemerintah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Uji coba secara langsung juga menjadi bagian dari upaya melihat potensi pemanfaatan inovasi tersebut di Indonesia.
BACA JUGA:Dua Lokasi Diduga Jadi Sarang Narkoba di Muratara Digerebek, 4 Pondok Dirobohkan
BACA JUGA:Kasus Penganiayaan di Kafe Lubuklinggau Terungkap, Pria 28 Tahun Diamankan Polisi
Ia menyampaikan bahwa pihak pengembang dari Portugal turut mengapresiasi perhatian Presiden RI dan pemerintah daerah terhadap pengembangan teknologi tersebut, termasuk kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung.
Dudung berharap pengembangan Realiza dapat berlanjut hingga tahap pembangunan pabrik di Indonesia. Dengan dukungan produksi di dalam negeri, teknologi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang penanganan kebakaran secara lebih cepat dan efektif.
Selain mengandalkan inovasi teknologi, pemerintah juga menyiapkan langkah pencegahan melalui pembangunan infrastruktur sumber air di kawasan yang rawan terjadi karhutla.
Rencana tersebut mencakup pembangunan embung, kanal, dan sumur bor di sejumlah titik yang disesuaikan dengan kondisi wilayah rawan kebakaran serta lokasi yang teridentifikasi memiliki titik panas atau hotspot.
Sumber: