Peristiwa tragis ini menyisakan kisah-kisah pilu. Salah satu warga bahkan terpaksa memanjat pohon untuk menyelamatkan diri ketika banjir bandang menghantam dinding rumahnya hingga roboh.
Skenario serupa terulang di beberapa wilayah, termasuk Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II, di mana tinggi air mencapai 1,5 hingga 2 meter.
BACA JUGA:Pemkot Lubuklinggau Kembali Raih Opini WTP 14 Kali Berturut
Derasnya arus meluluhlantakkan rumah-rumah, meninggalkan kehancuran sebagai saksi bisu.
Namun, di tengah keprihatinan dan kerugian material yang mencapai puluhan juta, terbersit rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Namun, bagaimana dengan kerugian non-material yang dialami para korban? Bagaimana dengan trauma yang menghantui mereka, terutama anak-anak yang harus menghadapi ketakutan dan kehilangan?
Aminah, salah seorang yang terdampak langsung, menceritakan betapa cepatnya keadaan berubah. "Dinding dapur rumah ini jebol karena tidak kuat menahan debit air, seluruh isi rumah terendam dan hanyut," ungkapnya.
BACA JUGA:RSUD Siti Aisyah dan Petanang Lubuklinggau
Semua yang mereka miliki lenyap dalam sekejap, meninggalkan mereka hanya dengan baju yang melekat di tubuh. Kondisi serupa juga dialami oleh banyak keluarga lainnya di Lubuklinggau.
Kisah Aminah dan banyak warga lainnya menjadi cerminan betapa rentannya kita sebagai manusia di hadapan alam.
Namun, bukankah kita juga punya kekuatan untuk bergerak bersama, untuk saling menguatkan di saat-saat genting seperti ini?
Dion, Ketua RT 07 Kelurahan Wira Karya, menyoroti kebutuhan mendesak akan solidaritas dan bantuan nyata. "Total rumah yang terdampak mencapai 45, dengan 7 di antaranya rusak berat," ungkapnya.
Bantuan sangat dibutuhkan, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dukungan moral dan emosional bagi para korban.
BACA JUGA:Ini Dia Strategi PLN Lubuklinggau Guna Tingkatkan Kualitas dan Keandalan Listrik
Namun, tanggapan terhadap tragedi ini masih dirasa kurang memadai oleh sebagian warga. "Pemerintah dan calon wali kota sudah banyak yang datang, tapi mereka hanya foto-foto, kami kesal nanti dulu foto-foto yang penting ngasih bantuan dulu," ungkap Dion dengan nada kekecewaan.
Memang, lebih dari sekadar simpati dan sorotan media, dibutuhkan tindakan nyata untuk membantu para korban bangkit dari keterpurukan.
Banjir bandang di Lubuklinggau bukan hanya sekadar peristiwa alam biasa. Ia adalah cermin dari ketidakseimbangan antara manusia dan lingkungannya.
BACA JUGA:Berikut Agenda Presiden Jokowi di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara, Terakhir di Lubuklinggau
Apa yang bisa kita ambil dari sini? Perlukah kita terus meremehkan perubahan iklim yang semakin memburuk? Perlukah kita tetap bersikap acuh tak acuh terhadap dampak yang mungkin terjadi?
Saatnya kita bangun dan bertindak. Solidaritas, kepedulian, dan kerja sama adalah kunci untuk menghadapi tantangan masa depan.
Mari bergerak bersama, bukan hanya sebagai individu yang terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan manusia yang peduli akan sesama dan lingkungan tempat kita tinggal.
Lubuklinggau, meskipun terkena badai, tetapi semangatmu tak boleh redup. Mari bersama-sama kita bangun kembali, mengeringkan air mata, dan menggenggam erat mimpi akan masa depan yang lebih baik.
BACA JUGA:Senin Gelar Apel Pasukan di TOS Persiapan Menyambut Kunjungan Presiden Jokowi
Membangkitkan Kesadaran dan Solidaritas Menghadapi Dampak Banjir Bandang di Lubuklinggau
Rabu 05-06-2024,13:30 WIB
Reporter : Valentino Fernan
Editor : Rizty Ria Anggraini
Tags : #peristiwa tragis
#pemadam kebakaran
#kisah-kisah pilu
#dampak banjir
#bandang di lubuklinggau
Kategori :
Terkait
Sabtu 11-01-2025,10:30 WIB
Kebakaran Hebat Landa Los Angeles: Ribuan Warga Dievakuasi
Minggu 16-06-2024,11:30 WIB
Terbakarnya Sebuah Rumah di Jorong Pasar
Jumat 14-06-2024,10:36 WIB
Dampak Banjir di Kota Bukittinggi Panggilan untuk Aksi dan Persatuan
Sabtu 08-06-2024,16:15 WIB
Mencegah Tragedi Serupa Waspada Terhadap Bahaya Korsleting Listrik
Rabu 05-06-2024,13:30 WIB
Membangkitkan Kesadaran dan Solidaritas Menghadapi Dampak Banjir Bandang di Lubuklinggau
Terpopuler
Kamis 05-02-2026,16:16 WIB
Warga Lebong Geger, Perempuan Hamil 19 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
Kamis 05-02-2026,20:00 WIB
Polisi Bongkar Ladang Ganja Rumahan di Rejang Lebong, Pemilik Rumah Diamankan
Kamis 05-02-2026,15:25 WIB
Komdigi Klarifikasi Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja yang Ramai di Media Sosial
Kamis 05-02-2026,22:06 WIB
Diduga Tersengat Ranjau Babi, Kematian Wanita di Kepahiang Sisakan Tanda Tanya
Kamis 05-02-2026,13:44 WIB
Pemkab Rejang Lebong Mutasi 23 Kepala Sekolah, Berikut Daftarnya
Terkini
Jumat 06-02-2026,10:00 WIB
Mobil Innova Terjun ke Jurang di Sumber Agung, Tak Ada Korban Jiwa
Jumat 06-02-2026,09:29 WIB
Upaya Pencurian Minyak Mentah Digagalkan, Pertamina Perketat Pengamanan Lapangan Migas di Sumatera Selatan
Kamis 05-02-2026,23:00 WIB
Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Siswi SMA Negeri di Bengkulu Alami Luka Fisik dan Trauma
Kamis 05-02-2026,22:06 WIB
Diduga Tersengat Ranjau Babi, Kematian Wanita di Kepahiang Sisakan Tanda Tanya
Kamis 05-02-2026,20:00 WIB