Terendah: Bali (3,72%)
BACA JUGA:Sri Mulyani Samakan Pajak dengan Zakat dan Wakaf: “Di Dalam Harta Kita, Ada Hak Orang Lain”
BACA JUGA:Resep Ayam Goreng Lengkuas Gurih Berempah, Bikin Nambah Nasi Terus!
Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan
BPS untuk pertama kalinya merilis angka kemiskinan ekstrem bersamaan dengan angka kemiskinan nasional, sesuai amanat Inpres Nomor 8 Tahun 2025.
Kemiskinan ekstrem Maret 2025 tercatat 0,85% atau 2,38 juta orang, turun dari 1,26% atau 3,56 juta orang pada Maret 2024.
Ketimpangan Menurun
Gini ratio nasional pada Maret 2025 berada di 0,375, turun dari 0,381 pada September 2024.
Perkotaan: 0,395 (turun 0,007 poin)
Perdesaan: 0,299 (turun 0,009 poin)
Secara wilayah, 31 provinsi memiliki ketimpangan di bawah angka nasional, sedangkan 7 provinsi berada di atasnya.
Ketimpangan tertinggi: DKI Jakarta (0,441)
Ketimpangan terendah: Kepulauan Bangka Belitung (0,222)
BACA JUGA:3 Trik Jitu Memasak Sop Bening agar Lebih Gurih, Harum, dan Kaya Rasa