SILAMPARITV.CO.ID - Kabar mengenai dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 9 Maret 2026, terus menjadi perhatian publik di Provinsi Bengkulu. Sejumlah lokasi yang berkaitan dengan pejabat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dilaporkan telah dipasangi segel oleh tim penyidik lembaga antirasuah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ruang kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong di kantor pemerintah daerah kini telah terpasang segel bertuliskan KPK. Pemasangan segel tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai adanya pejabat di lingkungan Pemkab Rejang Lebong yang diduga terlibat dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Meski segel telah terpasang di pintu ruang kerja kedua pejabat daerah tersebut, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai siapa saja pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Identitas pejabat yang diduga terjaring OTT masih belum diumumkan secara resmi oleh pihak KPK.
BACA JUGA:Awal 2026, BPBD Sumsel Catat 33 Bencana Alam: Banjir Paling Banyak Terjadi
BACA JUGA:Tetap Aktif Saat Ramadan! Ini 5 Olahraga Ringan yang Cocok Dilakukan Saat Ngabuburit
Pasca beredarnya kabar tersebut, suasana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong disebut berubah. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pejabat yang biasanya beraktivitas di kantor pemerintahan terlihat tidak berada di tempat.
Beberapa sumber menyebutkan, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Rejang Lebong tidak terlihat sejak kabar OTT mulai beredar di tengah masyarakat. Kondisi tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap perkembangan kasus tersebut.
BACA JUGA:Alternatif Tarik Uang Kecil, Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
Rumah Dinas Bupati Terlihat Sepi
Tidak hanya di kantor pemerintahan, kondisi rumah dinas Bupati Rejang Lebong juga menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana di sekitar rumah dinas tersebut tampak lengang.
Gerbang rumah dinas terlihat tertutup rapat dan tidak tampak aktivitas keluar masuk kendaraan maupun tamu seperti biasanya. Situasi di area sekitar rumah dinas juga terlihat lebih sepi dibandingkan hari-hari normal.
Beberapa petugas keamanan terlihat berjaga di sekitar lokasi, namun tidak terlihat adanya aktivitas pejabat yang datang ataupun meninggalkan rumah dinas tersebut.