SILAMPARITV.CO.ID - Perayaan Idul Fitri identik dengan tradisi silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga. Namun di balik momen hangat tersebut, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit, salah satunya campak, terutama pada bayi dan balita.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak kecil selama perayaan Lebaran. Menurutnya, bayi dan balita memiliki daya tahan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit menular.
BACA JUGA:4 Kuliner Berkuah Khas Palembang Selain Pempek yang Lezat untuk Menu Buka Puasa
BACA JUGA:Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Ramadan
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi saat berkunjung ke rumah kerabat.
“Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang atau mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” ujar Ani.
Ani juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di wilayah DKI Jakarta. Meski demikian, penyakit tersebut telah dilaporkan muncul di beberapa daerah di sekitar ibu kota.
BACA JUGA:Heboh! Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Jalan Liku 9 Kepahiang
BACA JUGA:Wakapolres Musi Rawas Cek Senjata Api dan Amunisi di Gudang Logistik
Karena itu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil. Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting agar potensi penularan penyakit dapat ditekan.
“Jadi ini tetap menjadi kewaspadaan kita bersama, terutama menjelang hari raya,” kata Ani.
BACA JUGA:Antusias Tinggi! Peserta Lomba Surah Pendek SILAMPARI TV & WE HOTEL LUBUKLINGGAU Terus Bertambah
BACA JUGA:Orang Tua Wajib Tahu! Cara Batasi YouTube Shorts agar Anak Tidak Terjebak Doom Scrolling
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K), sebelumnya juga mengingatkan bahwa penyakit campak masih sering ditemukan di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah imunisasi anak yang belum lengkap.
Ia bahkan mengaku hampir setiap pekan menemukan pasien anak yang mengalami komplikasi campak hingga harus menggunakan ventilator atau menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).