“Para Perasuk”: Kisah Tradisi Mistis yang Penuh Makna, Siap Tayang April 2026

Senin 13-04-2026,08:53 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Film Indonesia kembali menghadirkan cerita unik lewat “Para Perasuk”, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026. Meski judulnya terkesan menyeramkan, film ini justru tidak mengandalkan elemen horor seperti jumpscare, melainkan mengangkat kisah tradisi, budaya, dan perjuangan masyarakat desa.

BACA JUGA:Prestasi Membanggakan, Musi Rawas Sabet Juara II Nasional Lomba Hari Jalan

BACA JUGA:iPhone Fold Makin Nyata, Apple Kunci Layar Lipat dari Samsung

Film ini semakin menarik perhatian karena dibintangi deretan aktor dan aktris ternama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, hingga Anggun C. Sasmi. Tak hanya itu, film ini juga telah diputar di Festival Film Sundance 2026, menambah antusiasme publik.

Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja yang sebelumnya sukses lewat Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023) film ini menawarkan pendekatan cerita yang berbeda dari film-film horor pada umumnya.

BACA JUGA:Transformasi Berkelanjutan Nyata, PLN Group Sabet 46 PROPER Emas dan Hijau 2025 KLH

BACA JUGA:PLN UID S2JB Raih Platinum Nusantara CSR Awards 2026, Electrifying Agriculture Dorong Ketahanan Pangan

Sinopsis: Tradisi, Ambisi, dan Ancaman Modernisasi

Cerita “Para Perasuk” berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil yang masih menjaga tradisi turun-temurun bernama pesta sambetan atau kerasukan.

Dalam tradisi ini, warga desa akan mengalami kerasukan oleh sekitar 20 roh binatang yang berbeda. Pesta tersebut bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi hiburan dan cara masyarakat merasakan pengalaman di luar realitas sehari-hari.

BACA JUGA:WFH Makin Nyaman dengan PLN Mobile, Akses Beragam Layanan Kelistrikan dalam Satu Genggaman

BACA JUGA:Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Kisah berpusat pada Bayu, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi Perasuk. Ambisinya membawanya mengikuti sayembara untuk menjadi Perasuk baru.

Namun, konflik muncul ketika sumber mata air desa—yang dipercaya sebagai sumber kekuatan roh sekaligus kehidupan warga—terancam dijual kepada perusahaan besar untuk dijadikan hotel.

Demi menyelamatkan desa, Bayu bertekad menjadi Perasuk utama dan menggelar pesta besar untuk mengumpulkan dana. Dalam perjalanannya, ia mulai menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup untuk menjadi sosok yang mampu memimpin dan melindungi desanya.

Kategori :