SILAMPARITV.CO.ID - Kabar duka datang dari tragedi kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Salah satu korban selamat bernama Jumiatun (35) dikabarkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
BACA JUGA:Transaksi Sabu Dekat Mushola, Pria di Muara Enim Tak Berkutik Saat Digerebek
BACA JUGA:Gregoria Mariska Tunjung Resmi Tinggalkan Pelatnas PBSI, Fokus Pemulihan Kesehatan
Informasi tersebut dibenarkan langsung oleh Kepala RS Bhayangkara Palembang Kombes dr Budi Susanto, Jumat (15/5/2026).
“Iya benar, pasien atas nama Jumiatun meninggal dunia setelah menjalani operasi dan perawatan di RS Bhayangkara Palembang,” ujar Budi.
Saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Palembang sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.
BACA JUGA:Nilai TKA Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB 2026, Bobot Seleksi Diserahkan ke Pemda
BACA JUGA:Logo Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-80: Menarik Secara Visual Berikut maknanya
Meski demikian, pihak rumah sakit belum menjelaskan secara rinci penyebab meninggalnya korban. Penjelasan lengkap disebut akan disampaikan bersamaan dengan rilis resmi Tim Disaster Victim Identification (DVI) terkait penanganan korban kecelakaan maut tersebut.
“Untuk keterangan lebih detail akan disampaikan saat rilis sore nanti,” tambahnya.
BACA JUGA:Tecno Spark 50 Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Baterai 7.000 mAh dan Kamera AI 50 MP
BACA JUGA:Apple Buka Pre-Order MacBook Neo di Indonesia, Laptop Mac Termurah Dibanderol Mulai Rp 10 Juta
Sebelumnya, kondisi Jumiatun memang dilaporkan cukup kritis akibat luka bakar serius yang dideritanya setelah insiden nahas tersebut. Tim medis bahkan harus melakukan tindakan amputasi terhadap delapan jari korban karena jaringan pada bagian tangan mengalami kerusakan parah.
Delapan jari yang diamputasi terdiri dari empat jari tangan kanan dan empat jari tangan kiri. Selain mengalami luka berat di bagian tubuh, korban juga sempat mendapatkan bantuan alat pernapasan selama menjalani perawatan.
BACA JUGA:Motor Listrik Omo-X Segera Mengaspal di Indonesia, Harga Pre-Order Mulai Rp 35 Jutaan