Sementara itu, Kapolsek Rawas Ulu, Iptu Hari Suharto, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat.
BACA JUGA:Usai Hadiri Kerja Sama Antikorupsi Dengan KPK, Ruang Kerja Bupati Muara Enim Disegel
BACA JUGA:Jangan Coba-Coba Bakar Lahan! Kapolres Musi Rawas Siapkan Sanksi Tegas
Dari hasil komunikasi awal, diketahui bahwa korban dan para terduga pelaku masih berasal dari lingkungan yang sama dan saling mengenal. Peristiwa tersebut juga disebut terjadi di luar jam kegiatan belajar mengajar.
BACA JUGA:Simak Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Mana yang Lebih Nyaman dan Awet?
Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diajukan oleh pihak keluarga korban, kepolisian tetap berencana melakukan penelusuran lebih lanjut guna memperoleh gambaran yang utuh terkait kejadian tersebut.
BACA JUGA:Shin Tae Yong ke Persija: Mampukah Mematahkan Mitos Mantan Pelatih Timnas Indonesia?
Pihak kepolisian juga memperoleh informasi bahwa kedua belah pihak telah difasilitasi untuk melakukan mediasi oleh pemerintah desa setempat. Kendati demikian, aparat tetap akan melakukan pendalaman serta pembinaan guna memastikan kondisi korban dan mencegah potensi konflik lanjutan.
BACA JUGA:Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi dan Melayani Bangsa
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap pergaulan anak-anak dan remaja, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dukungan keluarga, sekolah, pemerintah desa, dan aparat terkait dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mencegah terjadinya tindakan kekerasan antar-anak.
BACA JUGA:Pemkot Palembang Targetkan 60 Ribu Lampu Jalan Terpasang dan Diperbaiki hingga Akhir 2026
BACA JUGA:Gubernur Maluku Utara Akui Krisis Cashflow, Gaji PPPK Terancam hingga Akhir Tahun