SILAMPARITV.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Memasuki tahun 2026, program ini tidak lagi berfokus pada skrining kesehatan, tetapi juga memasuki tahap pengobatan bagi masyarakat yang terdiagnosis penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
BACA JUGA:Slow Jogging Viral! Tren Lari Santai dari Korea Selatan yang Disebut Baik untuk Kesehatan BACA JUGA:Pencairan Dana Tambahan Rp20 Triliun BPJS Kesehatan Masih Terkendala Regulasi, Pemerintah Siapkan PP Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah memanfaatkan layanan CKG. Capaian tersebut melampaui target mingguan dan menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mengejar target 130 juta peserta hingga akhir tahun. BACA JUGA:WHO Peringatkan Kasus Kanker Global Bisa Tembus 35 Juta per Tahun pada 2050 BACA JUGA:Jangan Duduk Terlalu Lama! Kebiasaan Ini Dikaitkan dengan Meningkatnya Risiko Kematian Akibat Kanker Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG bertujuan mengubah pol a pikir masyarakat agar lebih mengutamakan pencegahan penyakit melalui deteksi dini, bukan baru berobat saat kondisi sudah parah. BACA JUGA:Jangan Abaikan Lelah Berlebih, Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit JantungBACA JUGA:Air Rebusan Daun Kelor Kaya Manfaat, Kenali Khasiat dan Efek Sampingnya Sebelum Mengonsumsi
Hasil skrining selama enam bulan terakhir juga memberikan gambaran mengenai masalah kesehatan yang dominan pada setiap kelompok usia. Pada bayi baru lahir, penyakit jantung bawaan kritis menjadi salah satu temuan utama. Sementara itu, anak usia sekolah dasar paling banyak mengalami gigi berlubang, disertai gangguan gizi, tekanan darah meningkat, serta masalah pendengaran dan penglihatan. BACA JUGA:Jangan Asal Keramas! Ini 9 Kesalahan yang Bikin Rambut Kusam dan Kulit Kepala Bermasalah BACA JUGA:7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Rambut Tampak Lebih Tebal, Sehat, dan Berkilau Pada kelompok remaja SMP dan SMA, karies gigi masih menjadi masalah kesehatan terbanyak, namun mulai muncul gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, serta risiko tuberkulosis (TBC), anemia, hipertensi, dan obesitas. BACA JUGA:Air Rebusan Daun Kelor Kaya Manfaat, Kenali Khasiat dan Efek Sampingnya Sebelum Mengonsumsi BACA JUGA:Pekerja Wajib Tahu, Cara Daftarkan Keluarga Tambahan agar Masuk Tanggungan JKN Kemenkes juga menyoroti fenomena double burden atau beban ganda gizi, di mana jumlah anak yang mengalami obesitas kini hampir setara dengan anak yang mengalami kekurangan gizi. BACA JUGA:Seru dan Gratis! Ikuti Cardio Dance di Wellnest Festival Vol.2, Cocok untuk Pemula BACA JUGA:Pemerintah Kota Bandung menggelar Gerakan Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan) untuk memberikan vaksinasi Selain melakukan deteksi dini, pemerintah memastikan peserta yang terdiagnosis hipertensi maupun diabetes mendapatkan pengobatan berkelanjutan. Data menunjukkan semakin banyak pasien yang kembali menjalani kontrol kesehatan dan berhasil mengendalikan tekanan darah maupun kadar gula darah mereka. BACA JUGA:Seru dan Gratis! Ikuti Cardio Dance di Wellnest Festival Vol.2, Cocok untuk Pemula BACA JUGA:KUA Kotagede Dukung Skrining Lansia dan Cek Kesehatan Gratis untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Melalui Program Cek Kes ehatan Gratis, pemerintah berharap angka kematian akibat penyakit tidak menular seperti serangan jantung dan stroke dapat ditekan, sekaligus membangun budaya hidup sehat melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.