Sarapan Gorengan? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Anda Waspadai
Sarapan Gorengan? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Anda Waspadai--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, hingga pisang goreng memang jadi pilihan sarapan yang praktis dan murah. Rasanya gurih dan mudah ditemukan di mana saja. Namun, di balik kelezatannya, kebiasaan mengonsumsi gorengan di pagi hari ternyata tidak dianjurkan secara medis terutama jika dilakukan secara rutin.
Pada pagi hari, tubuh baru saja “bangun” setelah berpuasa semalaman. Sistem pencernaan dan metabolisme masih dalam tahap adaptasi, sehingga belum siap menerima makanan tinggi lemak. Inilah yang membuat gorengan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
BACA JUGA:Motor Ibu Digadaikan, Residivis di Lubuklinggau Kembali Ditangkap Polisi
BACA JUGA:Polisi Bekuk Pelaku Curanmor Modus HP Jatuh di Lubuklinggau
Mengapa Gorengan Tidak Baik Dikonsumsi Pagi Hari?
Beberapa alasan utama mengapa gorengan sebaiknya dihindari saat sarapan antara lain:
1. Sistem Pencernaan Belum Optimal
Setelah tidur semalaman, perut dalam kondisi kosong dan kerja pencernaan masih lambat. Makanan berlemak seperti gorengan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Akibatnya, lambung harus bekerja lebih keras, yang bisa memicu iritasi dan memperlambat proses pencernaan.
2. Kandungan Lemak Trans dari Minyak Jelantah
Gorengan umumnya dimasak menggunakan minyak yang dipakai berulang kali atau minyak jelantah. Proses pemanasan berulang ini menghasilkan lemak trans yang berbahaya karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
BACA JUGA:Langkah Nyata Lawan Kejahatan, Lapas Muara Beliti Hadiri Pemusnahan Barang Bukti
BACA JUGA:Pengusaha Travel Haji Kembalikan Rp8,4 Miliar ke KPK, Terkait Dugaan Kuota Haji
3. Memicu Asam Lambung Naik
Lemak dalam gorengan memperlambat pengosongan lambung, sehingga produksi asam lambung meningkat dan bertahan lebih lama. Kondisi ini dapat menyebabkan perut tidak nyaman, mual, hingga memperparah maag.
Sumber: