Wacana WFH Sepekan Sekali Muncul, DPR Ingatkan Jangan Sampai Jadi Libur Panjang

Wacana WFH Sepekan Sekali Muncul, DPR Ingatkan Jangan Sampai Jadi Libur Panjang

Wacana WFH Sepekan Sekali Muncul, DPR Ingatkan Jangan Sampai Jadi Libur Panjang--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai langkah menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Seiring dengan wacana tersebut, muncul berbagai usulan mengenai hari yang paling tepat untuk pelaksanaannya.

 

Namun, sejumlah anggota DPR mengingatkan agar kebijakan WFH tidak ditempatkan berdekatan dengan akhir pekan. Hal ini dikhawatirkan justru akan memicu munculnya fenomena libur panjang atau long weekend yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.

BACA JUGA:Begini Hukuman Bagi Koruptor Menurut Hukum Islam

 

Anggota DPR dari Fraksi PKB yang juga Kapoksi Komisi II DPR, Muhammad Khozin, menilai penerapan WFH pada hari Jumat berisiko memicu lonjakan aktivitas menjelang akhir pekan.

 

Menurutnya, jika WFH dilaksanakan pada hari tersebut, masyarakat bisa saja memanfaatkannya sebagai momen untuk memperpanjang waktu libur.

 

“WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat jelang akhir pekan. WFH hari Jumat berpotensi berubah menjadi long weekend karena berdekatan dengan akhir pekan,” kata Khozin, Rabu (25/3/2026).

BACA JUGA:Konser “BTS: The Comeback Live” Jadi Tayangan Terpopuler Netflix di 77 Negara

 

Ia menegaskan kebijakan WFH harus benar-benar tepat sasaran dan mendukung tujuan utama, yakni menekan penggunaan BBM. Jika tidak diatur dengan baik, kebijakan tersebut justru bisa membuat mobilitas masyarakat tetap tinggi.

 

“Yang artinya tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi,” ujarnya.

 

Pandangan serupa disampaikan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan. Ia menilai pelaksanaan WFH pada hari Jumat berpotensi dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berwisata.

 

“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap itu sebagai libur panjang,” ujar Irawan kepada wartawan.

BACA JUGA:Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.700 per Kg, Ayam Ras Rp43.900

BACA JUGA:Jangan Langsung Dimasak, Ini Jenis Makanan Beku yang Sebaiknya Dicairkan Terlebih Dahulu

 

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menyimpang dari tujuan awal kebijakan, yaitu menghemat konsumsi BBM.

 

“Dari awalnya kita bermaksud untuk menghemat penggunaan BBM, justru tujuan tersebut bisa tidak tercapai,” katanya.

 

Irawan juga menyampaikan usulan agar WFH dilaksanakan pada hari Rabu setiap pekan. Menurutnya, pilihan tersebut lebih ideal dibandingkan hari lain.

 

Ia menjelaskan, jika WFH dilakukan pada hari Senin, masyarakat berpotensi memperpanjang libur akhir pekan. Sementara jika dilaksanakan pada Kamis, pegawai bisa mengambil cuti pada Jumat sehingga rentang libur menjadi lebih panjang.

 

“Kalau hari Senin masyarakat punya kecenderungan memperpanjang libur akhir pekannya. Kalau Kamis, orang bisa mengajukan cuti atau libur untuk hari Jumat sehingga masyarakat bisa liburan Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu,” jelasnya.

BACA JUGA:Konser BTS Disaksikan 18,4 Juta Penonton, Jadi Tayangan Terpopuler di Netflix

BACA JUGA:Waspada Modus Penipuan Berkedok Affiliate, Jangan Mudah Tergiur Komisi Besar

Sumber: