Semenjak RS Sobirin Pindah, Rumah Sakit AR Bunda Sangat Ramai Dikunjungi

Semenjak RS Sobirin Pindah, Rumah Sakit AR Bunda Sangat Ramai Dikunjungi

Rumah sakit AR Bunda--

SILAMPARITV.CO.ID - Di Lubuklinggau, sebuah video tentang penumpukan pasien di Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit (RS) Ar Bunda sempat menjadi viral di media sosial.

BACA JUGA:Tidak Hanya Kopi, 3 Minuman Ini Ternyata Bisa Jadi Penambah Semangat saat Lelah Kerja di Siang Hari

Video yang diunggah oleh Info Kriminal Linggau memperlihatkan situasi di IGD RS Bunda yang penuh dengan pasien. Keluarga pasien dalam Video tersebut menyampaikan bahwa terjadi penumpukan pasien di rumah sakit tersebut.

BACA JUGA:Emak-emak di Lubuk Linggau Ditangkap Polisi saat Orderan Narkoba Jenis Sabu-sabu

"Penuhnya rumah sakit Ar Bunda," ujar orang yang mengunggah video sambil menunjukkan kondisi IGD RS Ar Bunda.

BACA JUGA:Gurih dan Lezat! Ini dia Resep Sayur Jantung Pisang Kuah Santan

Menyikapi hal ini, pihak rumah sakit akhirnya memberikan klarifikasi. Humas RS Ar Bunda, Ferry, mengonfirmasi bahwa informasi tersebut benar adanya.

BACA JUGA:Kapan Lebaran Haji di 2024 Ini? Cek Tanggalnya Disini!

"Informasi yang viral itu baru saja saya terima, orang tua pasien masuk saat itu mencoba mencari ruangan tetapi harus menunggu," ungkap Ferry saat dihubungi Tribunsumsel.com pada Jumat (26/4/2024).

BACA JUGA:7 Obat Mata yang Efektif dan Aman untuk Kesehatan Mata Anda

Ferry menjelaskan bahwa kemungkinan besar video itu diunggah ke Facebook karena keluarga pasien merasa terpaksa harus menunggu. Namun, ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak memiliki niatan untuk sengaja menciptakan situasi seperti itu.

BACA JUGA:Indonesia Harus Mengambil Resiko Biaya Ekonomi Tinggi Tahun 2024

"Kami tidak memiliki alasan untuk menahan ruangan. Juga, jika ada orang yang mengklaim bahwa ada orang dalam, itu tidak benar. Jika ada pertanyaan, silakan langsung hubungi saya, saya akan segera meminta klarifikasi dari bagian pelayanan," tambahnya.

BACA JUGA:Indonesia Harus Mengambil Resiko Biaya Ekonomi Tinggi Tahun 2024

Sumber: