Ibu Asal Lubuklinggau Datangi Dedi Mulyadi Minta Anaknya Dibina: "Saya Sudah Putus Asa"

Ibu Asal Lubuklinggau Datangi Dedi Mulyadi Minta Anaknya Dibina:

Ibu Asal Lubuklinggau Datangi Dedi Mulyadi Minta Anaknya Dibina: "Saya Sudah Putus Asa"--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Kisah haru datang dari seorang ibu asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan, bernama Dian Nurhayati, yang membawa putranya Rehan (19) ke kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, demi memohon bantuan pembinaan karena putranya kecanduan narkoba.

BACA JUGA:Wanita Muda di Palembang Jadi Korban Begal Payudara Saat Berkendara, Polisi Lakukan Penyelidikan.

BACA JUGA:Benarkah Kita Generasi Terakhir yang Bisa Melihat Kunang-kunang? Ini Kata Para Ahli

Ibu empat anak ini mengaku telah putus asa setelah dua kali memasukkan Rehan ke panti rehabilitasi, namun tidak membuahkan hasil. Dengan harapan terakhir, Dian menyusuri perjalanan panjang ke Jawa Barat karena sering menyaksikan postingan Kang Dedi Mulyadi (KDM) tentang program pembinaan di barak militer bagi anak-anak bermasalah.

“Dari Oktober saya lihat terus postingan bapak. Dari situ kayak ada harapan satu-satunya di sinilah,” kata Dian dalam wawancara di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (20/6/2025).

BACA JUGA:Baoxia Liu: Wanita Buronan Termahal Dunia, Dihargai Rp. 245 Miliar oleh FBI

BACA JUGA:Dua Pegawai PDAM di Maros Ditangkap karena Aniaya Anak Saat Main Bola

Sudah Dua Kali Rehabilitasi Gagal

Rehan diketahui telah menjalani rehabilitasi dua kali di BNN Silampari, Sumsel, namun selalu kembali menggunakan narkoba. Ia mulai mengonsumsi sabu-sabu sejak duduk di bangku SMP, akibat pengaruh lingkungan pergaulan.

“Pertama kali pakai karena diajak teman, katanya bikin semangat pas puasa. Disangka rokok, ternyata sabu,” tutur Rehan.

Rehan bahkan mengaku lebih memilih sabu ketimbang keluarganya, termasuk istri dan anaknya. Ia sudah berpisah dengan istrinya dan kembali tinggal bersama ibunya.

BACA JUGA:Ilmuwan Jepang Ciptakan Alat Perekam Mimpi yang Bisa Diputar Ulang dalam Bentuk Video

BACA JUGA:Fenomena Gen Z Berburu HP Lawas BlackBerry, Nostalgia atau Detoks Digital?

Perilaku Agresif dan Gangguan Mental

Sumber:

Berita Terkait