Wanita Muda di Palembang Jadi Korban Begal Payudara Saat Berkendara, Polisi Lakukan Penyelidikan.
Wanita Muda di Palembang Jadi Korban Begal Payudara Saat Berkendara, Polisi Lakukan Penyelidikan.--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Aksi pelecehan seksual di ruang publik kembali menggemparkan warga Kota Palembang. Seorang wanita muda berinisial YD (28) menjadi korban tindakan asusila yang dikenal sebagai begal payudara, saat sedang mengendarai sepeda motor pada malam hari.
Kejadian ini terjadi di Jalan Veteran, Lorong Karyawan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III, Rabu (18/6/2025) sekitar pukul 21.20 WIB.
BACA JUGA:Benarkah Kita Generasi Terakhir yang Bisa Melihat Kunang-kunang? Ini Kata Para Ahli
BACA JUGA:Baoxia Liu: Wanita Buronan Termahal Dunia, Dihargai Rp. 245 Miliar oleh FBI
Kronologi Kejadian
Saat itu, YD sedang dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy BG 6680 AEL, dalam kondisi hujan dan mengenakan jas hujan. Tanpa diduga, seorang pelaku pria tak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor mendekati dari arah belakang.
“Tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang. Dia juga naik motor. Lalu langsung meremas payudara saya. Saya kaget dan panik,” ujar YD saat memberikan keterangan di Polrestabes Palembang, Jumat (20/6/2025).
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi. YD sempat berteriak, namun pelaku keburu kabur sebelum sempat dikenali lebih lanjut.
Mirisnya, kejadian ini terjadi di ruang publik yang seharusnya menjadi tempat aman bagi setiap warga, terlebih bagi perempuan.
BACA JUGA:Dua Pegawai PDAM di Maros Ditangkap karena Aniaya Anak Saat Main Bola
BACA JUGA:Ilmuwan Jepang Ciptakan Alat Perekam Mimpi yang Bisa Diputar Ulang dalam Bentuk Video
Korban Mengaku Trauma
YD mengungkapkan bahwa ia merasa trauma dan sangat terganggu secara psikologis pasca kejadian tersebut. Ia menekankan pentingnya tindakan tegas dari pihak kepolisian agar pelaku segera ditangkap.
“Saya berharap pelaku bisa segera ditangkap karena sangat meresahkan. Ini bukan sekadar pelecehan, tapi juga merusak rasa aman di ruang publik,” tegas YD.
Sumber: