Sarjana Tak Harus Kantoran, Kisah Wanita Pilih Jadi Penjual Es Teh
Sarjana Tak Harus Kantoran, Kisah Wanita Pilih Jadi Penjual Es Teh--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Lulus dari perguruan tinggi kerap dianggap sebagai gerbang menuju pekerjaan mapan dengan gaji tetap dan posisi kantoran. Namun, realita di lapangan tidak selalu sejalan dengan ekspektasi. Banyak sarjana justru harus menghadapi kenyataan pahit ketika gelar telah diraih, tetapi pekerjaan impian belum juga didapatkan.
BACA JUGA:J Chicken Resmi Hadir di Lubuk Linggau, Tawarkan Ayam Renyah dan Menu Kekinian Harga Terjangkau
BACA JUGA:Patung Ikon Kediri Jadi Sorotan, Netizen Sebut Mirip Kudanil Hingga Zebra
Pandangan masyarakat umumnya masih mengaitkan status sarjana dengan pekerjaan di kantor, berpakaian rapi, dan rutinitas kerja formal. Akibatnya, pilihan karier di luar jalur tersebut kerap dipandang sebelah mata. Namun, kisah berbeda datang dari seorang wanita lulusan Universitas Merdeka Malang yang viral di media sosial.
Kisah tersebut dibagikan melalui akun TikTok @delaviaaaa, yang memperlihatkan kegelisahan khas seorang fresh graduate dalam menentukan arah hidup setelah wisuda.
BACA JUGA:Kelola Uang Lebih Bijak, 10 Tips Keuangan agar Hidup Lebih Stabil di 2026
BACA JUGA:Berkebun Jadi Mudah, 7 Tanaman Buah yang Tumbuh Subur di Polybag
“kerja dimana yaa habis lulus nanti,” tulisnya, dikutip dari unggahan TikTok pada Senin (22/2).
Dalam videonya, ia menggambarkan berbagai kemungkinan pekerjaan yang sempat terlintas di benaknya setelah lulus kuliah. Mulai dari bekerja di BUMN, BUMC, hingga perusahaan swasta besar, semua pernah menjadi bayangan masa depan yang tampak ideal.
“bumn, bumc, pt, cv,” tulisnya singkat.
BACA JUGA:Korban Banjir dan Longsor Aceh Terima 1.000 Rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi
BACA JUGA:Coffee Morning di Lapas Narkotika Muara Beliti, Wujudkan Komunikasi dan Kolaborasi Internal
Namun, perjalanan hidup membawanya pada pilihan yang tak terduga. Alih-alih bekerja di kantor, ia justru memutuskan untuk menekuni usaha jualan es teh di pinggir jalan menggunakan gerobak sederhana. Keputusan tersebut dijalaninya dengan penuh keyakinan tanpa rasa rendah diri.
“ternyata gapapa kan ga kerja di kantoran, ga kerja di luar kota,” ungkapnya.
Sumber: