Patung Macan Putih Lucu di Kediri Viral, Seniman Cak Suwari: Sengaja Dibuat Ramah dan Tidak Menakutkan

Patung Macan Putih Lucu di Kediri Viral, Seniman Cak Suwari: Sengaja Dibuat Ramah dan Tidak Menakutkan

Patung Macan Putih Lucu di Kediri Viral, Seniman Cak Suwari: Sengaja Dibuat Ramah dan Tidak Menakutkan--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Jagat media sosial beberapa hari terakhir dihebohkan dengan kemunculan sebuah patung macan putih di pertigaan jalan Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Patung tersebut menjadi perbincangan bukan karena tampil garang, melainkan ekspresi wajahnya yang dinilai warganet “lucu” dan jauh dari kesan menyeramkan seperti predator pada umumnya.

BACA JUGA:Liburan Nataru Pakai EV Makin Seru, Ini Kata Pengguna

BACA JUGA: PLN Ingatkan Warga Ancaman Cuaca Ekstrem, Siagakan 69 Ribu Personel Sambut Nataru 2025/2026

Menanggapi viralnya karya tersebut, seniman pembuat patung, Cak Suwari, akhirnya angkat bicara. Saat ditemui jurnalis media ini langsung di lokasi berdirinya patung pada Sabtu (27/12/2025) siang, ia menjelaskan bahwa desain patung tersebut memang dibuat dengan pertimbangan matang, baik secara teknis maupun filosofis.

Cak Suwari mengungkapkan, patung macan putih tersebut merupakan pesanan Kepala Desa setempat dengan pesan khusus agar tampil ramah bagi masyarakat. Ia sengaja menghindari detail anatomi macan yang sedang mengaum dengan taring tajam.

BACA JUGA:Usai Kalah Pilihan Ketua RT, Warga Kendari Ambil Mimbar Masjid yang Dihibahkan

BACA JUGA:Kalimantan Selatan Diterjang Banjir, Ribuan Rumah Terendam Air

“Memang sengaja dirancang, sesuai permintaan Pak Kades, agar tidak terlihat seram. Kalau mulutnya dibuat menganga dengan taring menonjol, saya khawatir justru menimbulkan kesan menakutkan,” ujar Cak Suwari sambil menunjukkan detail wajah patung.

Menurutnya, lokasi patung yang berada tepat di pertigaan jalan menjadi pertimbangan utama dalam proses perancangan. Area tersebut merupakan jalur aktif yang setiap hari dilalui warga, termasuk anak-anak.

Ia mengaku tidak ingin kehadiran patung justru menimbulkan trauma atau rasa takut, terutama bagi anak-anak kecil yang melintas.

BACA JUGA:Ucapan Victor Laiskodat Sebut Laut yang Bikin Oksigen Bukan Hutan

BACA JUGA:Kesalahan Umum Pengemudi Mobil Otomatis yang Bisa Memperpendek Umur Transmisi

“Saya tidak ingin anak-anak jadi takut atau enggan turun dari kendaraan karena melihat patung yang auranya terlalu ganas atau mistis,” jelasnya.

Strategi tersebut terbukti efektif. Alih-alih dihindari, pertigaan jalan Desa Balongjeruk kini justru berubah menjadi destinasi favorit baru warga. Sejak viral di media sosial, banyak masyarakat yang sengaja berhenti untuk berswafoto bersama patung macan putih tersebut.

Sumber: