Simak! Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 1 Lantai di Tahun 2026
Simak! Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 1 Lantai di Tahun 2026--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Rumah minimalis satu lantai masih menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia hingga tahun 2026. Desainnya yang sederhana, fungsional, dan hemat biaya dinilai cocok untuk pasangan muda maupun keluarga kecil. Meski tidak terlalu luas, rumah minimalis tetap mampu menghadirkan kenyamanan jika dirancang dengan tepat.
BACA JUGA:Langgar Larangan 2026, 40 Truk Batubara Ditertibkan di Jalan Umum Sumsel
BACA JUGA:Kabar Baik ASN! BRI Luncurkan Pinjaman Tanpa Agunan untuk PNS dan PPPK Januari 2026
Salah satu tipe rumah minimalis yang paling diminati adalah tipe 36. Rumah tipe ini umumnya memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, serta dapur sederhana, sehingga cukup ideal untuk hunian sehari-hari.
Namun sebelum membangun rumah, calon pemilik disarankan menghitung estimasi biaya secara matang agar anggaran tetap terkendali dan tidak terjadi pembengkakan biaya di tengah proses pembangunan.
BACA JUGA:Tak Boleh Diabaikan, Skrining BPJS Kesehatan 2026 Wajib bagi Peserta JKN
BACA JUGA:Ketika ASN Terbaik Terjebak, Mengurai Kutukan Kinerja di Birokrasi
Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 1 Lantai di 2026
Wildan, tim dari Rebwild Construction, menyebutkan bahwa biaya membangun rumah minimalis satu lantai pada 2026 berada di kisaran Rp. 4,5 juta per meter persegi.
“Untuk bangun rumah sederhana satu lantai, biaya Rp. 4,5 juta per meter persegi masih relevan di 2026,” ujar Wildan saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Harga tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Untuk daerah lain, biaya bisa lebih murah atau lebih mahal tergantung harga material, upah tukang, serta kondisi geografis.
BACA JUGA:Kenakan Kebaya dan Rambut Sasak, Pramugari Gadungan Nekat Terbang dan Viral di Palembang
BACA JUGA:Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Panen Raya Nasional, Dinas Pertanian Salurkan Alsintan
Biaya Rp. 4,5 juta per meter persegi ini sudah mencakup:
- Material bangunan seperti pasir, semen, genteng, cat, dan bata ringan
- Upah tukang dengan sistem borongan
- Standar kualitas material menengah (bukan premium)
Sumber: