Mahasiswa Muratara Ditemukan Meninggal di Sungai Sodong, Polisi Lakukan Penyelidikan
Mahasiswa Muratara Ditemukan Meninggal di Sungai Sodong, Polisi Lakukan Penyelidikan--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Warga Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, digemparkan oleh penemuan sesosok jasad pria yang mengapung di Sungai Sodong, pada Senin (12/1/2026) siang. Penemuan tersebut sempat direkam oleh warga sekitar dan videonya dengan cepat menyebar luas di media sosial.
BACA JUGA:Eks Anggota DPRD Lubuklinggau Andri Tanzil Tewas Usai Ditabrak Mobil, Dirawat 3 Jam di RS Siloam
Korban diketahui bernama M. Sunandi (22), seorang mahasiswa yang berasal dari Dusun VIII, Desa Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto melalui Kapolsek Mesuji AKP Sairoji, SH, menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melihat tubuh seorang pria mengapung terbawa arus dari arah hulu sungai.
BACA JUGA:Satreskrim Polres Musi Rawas Bongkar Berbagai Kasus Kriminal, Empat Orang Diamankan
BACA JUGA:Tarif Listrik PLN Awal Januari 2026 Dipastikan Tetap untuk Semua Golongan
“Warga yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke pemerintah desa dan diteruskan ke pihak kepolisian,” ujar AKP Sairoji.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas Polsek Mesuji langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Makarti Mulya guna dilakukan pemeriksaan awal oleh tenaga medis.
BACA JUGA:Truk Batu Bara Dilarang Melintas, Dishub Musi Rawas Pasang Papan Imbauan
BACA JUGA:Ringan, Tipis, dan Bertenaga: Laptop Terbaik 2026 untuk Freelancer
Dari hasil pemeriksaan luar, petugas medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Berdasarkan kondisi jasad, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga lima hari sebelum ditemukan mengapung di sungai.
Lebih lanjut, polisi melakukan koordinasi dengan Polsek Karang Dapo, Polres Muratara. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bengkulu.
BACA JUGA:Seorang Pria di Lubuklinggau Ditahan Polisi Terkait Kasus Penganiayaan
Sumber: