Tokoh Kuda Lumping di Lubuklinggau Wafat Setelah Insiden Penyerangan
Tokoh Kuda Lumping di Lubuklinggau Wafat Setelah Insiden Penyerangan--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Duka mendalam menyelimuti Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sutrisno (65), seorang penggiat seni kuda lumping yang sebelumnya menjadi korban penusukan, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS AR Bunda Lubuklinggau.
BACA JUGA:Siswi SMP Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Jalur Curup–Lubuklinggau
BACA JUGA:Motor Dicuri, Kembali Lebih Mulus: Korban Curanmor Ucap Terima Kasih ke Pelaku
Sutrisno mengembuskan napas terakhir pada Sabtu malam (17/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan luka serius akibat serangan senjata tajam yang menimpanya sepekan sebelumnya.
BACA JUGA:Antisipasi Pelanggaran, Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Lakukan Razia Kamar Hunian
BACA JUGA:Tingkatkan Pemahaman Kesadaran Dalam Pembinaan, Lapas Narkotika Muara Beliti Gelar Sosialisasi
Korban diketahui mengalami total 15 luka tusukan, dengan 13 di antaranya tergolong luka besar, sehingga harus menjalani beberapa tindakan operasi. Meski sempat menunjukkan perkembangan positif pascaoperasi, kondisi kesehatannya kembali menurun akibat infeksi pada bekas luka.
BACA JUGA:Butuh Dana Cepat? Begini Cara Ajukan Dana Siaga BPJS Ketenagakerjaan
BACA JUGA:Tak Ada Banjir Buah, Musim Buah Lokal Sumsel Tergerus Cuaca Ekstrem
Peristiwa penusukan tersebut terjadi pada Minggu pagi (11/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB di kediaman korban yang berada di Gang Manggis RT 05, Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Pelaku penusukan diketahui berinisial Noval (26), yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
BACA JUGA:Geger! Polisi Selidiki Kematian Perempuan di Hotel Legapon Kabupaten Lebong
BACA JUGA:PPPK Paruh Waktu ke Full Time Masih Tertahan, Honorer Menunggu Kepastian
Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, korban sempat diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. Namun pada Sabtu siang, kondisi Sutrisno kembali memburuk akibat infeksi serius, sehingga harus dilarikan kembali ke rumah sakit. Meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
BACA JUGA:KUHP Baru Mengatur Nikah Siri dan Poligami, Di Mana Letak Keadilannya?
BACA JUGA:Ingin Sarapan Nasi Uduk? Perhatikan Porsi dan Lauknya
Anak korban, Endang, membenarkan kabar meninggalnya sang ayah. Ia mengatakan bahwa sebelumnya kondisi korban sempat membaik dan bisa berkomunikasi dengan normal.
“Awalnya bapak sudah membaik, sudah bisa diajak ngobrol. Tapi karena luka tusukannya cukup parah, kondisinya kembali drop,” ujar Endang, Minggu (18/1/2026).
BACA JUGA:Masalah Sopir Truk Kerupuk Temui Titik Terang, Pemkot Lubuklinggau Ambil Langkah Perbaikan Gapura
BACA JUGA:Penumpang TransJakarta Berbuat Tak Pantas, Polisi Amankan Pelaku
Berdasarkan keterangan korban sebelum meninggal, kejadian bermula saat ia baru pulang dari salat subuh dan berada di dalam kamar. Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu rumah. Ketika pintu dibuka, pelaku yang mengenakan hoodie hitam langsung melakukan penyerangan secara brutal menggunakan pisau hingga korban terjatuh.
BACA JUGA:Gara-gara Utang Rp. 200 Ribu, Foto Wanita Lubuklinggau Berpakaian Minim Disebar Penagih
BACA JUGA:Truk Muatan Kerupuk Senggol Gapura di Lubuklinggau, Sopir Diminta Bayar Rp. 40 Juta
Endang menegaskan bahwa pelaku bukan bagian dari kelompok seni kuda lumping dan motif penyerangan masih belum diketahui secara pasti. Pelaku sempat mengaku melakukan aksi penusukan karena mengalami halusinasi serta menuduh korban atas hal-hal yang tidak berdasar.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna memastikan kronologi lengkap serta langkah hukum yang akan diambil terhadap pelaku.
BACA JUGA:Sopir Truk Kerupuk Hadapi Beban Berat, Aliansi Solidaritas Buka Donasi Kemanusiaan
BACA JUGA:BSI Lubuklinggau Gelar Priority Gathering Golden Step Into The Future, Perkenalkan Tabungan Emas
Sumber: