Diduga Tersengat Ranjau Babi, Kematian Wanita di Kepahiang Sisakan Tanda Tanya
Diduga Tersengat Ranjau Babi, Kematian Wanita di Kepahiang Sisakan Tanda Tanya--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Peristiwa duka menyelimuti warga Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Seorang perempuan muda bernama Gita Fitri Ramadhani (25), warga Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu, ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di area perkebunan warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, pada Rabu malam, 4 Februari 2026.
BACA JUGA:Polisi Bongkar Ladang Ganja Rumahan di Rejang Lebong, Pemilik Rumah Diamankan
BACA JUGA:Warga Lebong Geger, Perempuan Hamil 19 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
Korban diduga kuat meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik dari jebakan atau ranjau babi yang terpasang di lokasi perkebunan tersebut. Namun, kematian Gita menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga karena ditemukan sejumlah kejanggalan yang dinilai tidak wajar.
BACA JUGA:Komdigi Klarifikasi Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja yang Ramai di Media Sosial
BACA JUGA:Mantapkan Kinerja 2026, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Rakor Evaluasi dan Rencana Aksi
Jenazah Gita pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi tak bernyawa. Setelah itu, korban langsung dievakuasi ke RSUD Kepahiang guna dilakukan pemeriksaan medis dan visum.
BACA JUGA:Kuota Internet Kini Bisa Dibawa ke Bulan Berikutnya, Ini Ketentuan dari Operator Seluler
BACA JUGA:11 Tahun Bermukim di Ngada, Keluarga Bocah SD Tak Pernah Dapat Bantuan Sosial
Kepala Desa Batu Bandung yang juga merupakan kakak sepupu korban, Iwan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga menerima informasi awal bahwa Gita meninggal akibat sengatan listrik.
BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Mutasi 23 Kepala Sekolah, Berikut Daftarnya
BACA JUGA:Jarang Bergerak hingga Gemar Junk Food, Kebiasaan Harian Ini Diam-Diam Mengganggu Kesehatan Mental
“Untuk kronologi lengkapnya kami belum mengetahui secara pasti. Informasi sementara yang kami terima, korban meninggal karena tersengat aliran listrik,” ujar Iwan saat dikonfirmasi di Mapolres Kepahiang, Kamis (5/2/2026) dini hari.
BACA JUGA:Kolaborasi Bank BNI & Pemkot Lubuklinggau Laksanakan Program Perlindungan Kesejahteraan ASN
BACA JUGA:Prabowo Ingin Indonesia Bebas Atap Seng Lewat Gentengisasi Nasional
Meski hasil awal visum menunjukkan adanya bekas sengatan listrik, pihak keluarga merasa terdapat kejanggalan pada kondisi tubuh korban. Iwan menuturkan, selain luka bakar di bagian tangan yang diduga akibat setrum, ditemukan pula luka lain yang dinilai tidak sesuai dengan dugaan kecelakaan tunggal.
BACA JUGA:Sering Disalahkan, Pedas dan Asam Ternyata Bukan Penyebab Utama Gangguan Pencernaan
BACA JUGA:Tidur Siang Bikin Segar atau Tambah Lelah? Ini Durasi dan Waktu Ideal Menurut Pakar
“Kalau tersengat listrik memang ada luka bakar di tangan. Tapi yang membuat kami curiga, di bagian kaki terdapat bekas seperti terjepit atau tertekan, ini yang menurut kami tidak wajar,” jelasnya.
BACA JUGA:Ayah di Lubuklinggau Jadi Korban Penganiayaan Anak Kandung, Diduga ODGJ Kambuh
BACA JUGA:Miris! Anak SD Diduga Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, DPR Sebut Alarm Keras
Tak hanya itu, keluarga juga mencurigai adanya kemungkinan tindak kriminal karena sejumlah barang pribadi korban dilaporkan hilang. Saat ditemukan, telepon genggam dan dompet milik Gita tidak berada di lokasi, sementara barang berharga lainnya justru masih utuh.
BACA JUGA:Dukung Program Kemandirian WBP, Lapas Narkotika Muara Beliti Lakukan Studi Peternakan Ayam
BACA JUGA:Iklan Tiba-tiba Muncul Terus di Ponsel? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
“Handphone dan dompet korban tidak ada. Tapi emas, notebook, dan mobil yang dipakai korban masih berada di tempat,” ungkap Iwan.
BACA JUGA:Telapak Tangan Sering Berkeringat, Apakah Pertanda Masalah Jantung? Ini Penjelasan Dokter
BACA JUGA:Warga Desa Sugi Waras Musi Banyuasin Demo, Tuntut Perhatian Pemerintah soal Jalan Rusak
Diketahui, sebelum kejadian, Gita menggunakan mobilnya untuk mengantarkan sang nenek ke wilayah Curup. Hingga kini, belum diketahui pasti alasan korban berada di area perkebunan tersebut pada malam hari.
BACA JUGA:Wajib Tahu! 7 Cara Mencegah Rontok Bunga dan Buah Muda Tabulampot
BACA JUGA:Minyak Jelantah Keruh dan Bau? Ini Cara Menjernihkan dengan Bahan Alami yang Mudah Didapat
Di tengah proses penyelidikan, beredar pula isu di masyarakat yang menyebutkan bahwa sebelum kejadian, sempat terjadi penggerebekan kasus narkoba di sekitar lokasi, sehingga korban diduga melarikan diri dan akhirnya tersengat listrik. Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
BACA JUGA:Resmi Meluncur, Motorola G17 dan G17 Power Usung Baterai Besar di Kelas Entry-Level
BACA JUGA:Tak Jera, Residivis Curanmor di Lubuklinggau Kembali Beraksi Usai Bebas dari Penjara
“Kami belum menerima informasi resmi terkait hal itu. Namun memang ada kabar yang beredar di masyarakat mengenai penggerebekan,” kata Iwan.
Isu tersebut langsung dibantah pihak kepolisian. Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko, melalui Waka Polres Kompol Sultoni, menegaskan bahwa tidak ada kegiatan dari satuan narkoba Polres Kepahiang di wilayah tersebut pada waktu kejadian.
BACA JUGA:Sambut Ramadhan 1447 H, Lapas Narkotika Muara Beliti Perkuat Pembinaan Keagamaan
BACA JUGA:Enggan Masuk Close Friends? Instagram Kembangkan Fitur Keluar dari Daftar Pengguna Lain
“Tidak ada giat Satnarkoba Polres Kepahiang. Informasi itu hanya isu yang berkembang di masyarakat,” tegas Kompol Sultoni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan 6.000 Beasiswa S1 Talenta Indonesia 2026, Fokus Prestasi Nasional dan Global
BACA JUGA:Dua Bocah Lubuklinggau Tewas Usai Tenggelam di Kolam
Saat ini, Polres Kepahiang telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban dan tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian Gita.
BACA JUGA:Peredaran Narkoba Terbongkar, Polres Musi Rawas Amankan Tujuh Pengedar dalam Sebulan
BACA JUGA:Akses Terputus Banjir, Polisi Musi Rawas Evakuasi Jenazah Warga
“Laporan sudah kami terima. Satreskrim Polres Kepahiang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian korban yang dinilai tidak wajar,” pungkas Kompol Sultoni.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta sebenarnya agar kematian Gita mendapatkan kejelasan dan keadilan.
BACA JUGA:Tiga Tersangka Ekstasi Diciduk, Satresnarkoba Polres Lubuk Linggau Ungkap Jaringan Antar Wilayah
BACA JUGA:Polres Lubuk Linggau Resmi Mulai Operasi Keselamatan Musi 2026, Fokus Tekan Angka Kecelakaan
Sumber: