Tingkatkan Kualitas Pembinaan, Lapas Lubuklinggau Ikuti Sosialisasi Case Plan Narapidana

Tingkatkan Kualitas Pembinaan, Lapas Lubuklinggau Ikuti Sosialisasi Case Plan Narapidana

Tingkatkan Kualitas Pembinaan, Lapas Lubuklinggau Ikuti Sosialisasi Case Plan Narapidana--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuk Linggau mengikuti kegiatan Sosialisasi Pelaporan Rencana Pembinaan (Case Plan) Narapidana yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Selasa (27/01/2026).

BACA JUGA:Dorong Warga Binaan Lebih Mandiri, Lapas Lubuklinggau Matangkan Program Pendidikan Kesetaraan

BACA JUGA:Sidang TPP Lapas Lubuklinggau Rekomendasikan 17 Warga Binaan Terima Program Integrasi

Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta petugas terkait di lingkungan Lapas Lubuk Linggau. Sosialisasi bertujuan untuk menyamakan pemahaman dalam penyusunan dan pelaporan program pembinaan agar lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan.


Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting--ist

BACA JUGA:Perkuat Zona Integritas, Lapas Lubuklinggau Teken Pakta Integritas Menuju WBK/WBBM

BACA JUGA: Kelola Anggaran Secara Akuntabel, Lapas Lubuklinggau Borong Dua Penghargaan di KPPN

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan teknis mengenai penyusunan Case Plan serta integrasinya ke dalam laporan bulanan SPPN dan Asesmen Risiko (ISPN). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan pembinaan yang berbasis data dan kebutuhan individu.

BACA JUGA:Pelajar SMP Jadi Korban Curas di Lubuklinggau

BACA JUGA:Lapas Kelas IIA Lubuklinggau Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H


diikuti oleh jajaran pimpinan serta petugas terkait di lingkungan Lapas Lubuk Linggau--ist

Kepala Lapas Lubuk Linggau, Budi Yuliarno, menegaskan pentingnya implementasi Case Plan agar proses pembinaan tidak dilakukan secara umum, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat risiko setiap narapidana.

“Dengan Case Plan yang jelas, pembinaan menjadi lebih tepat sasaran dan membantu warga binaan berubah ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA:Kejar Maling Pakai Parang, Kakek Herman Berstatus Tersangka, Publik Soroti Batas Pembelaan Diri

Sumber:

Berita Terkait